Malam adalah waktu yang penuh ketenangan. Ketika kebanyakan manusia terlelap dalam tidurnya, ada hamba-hamba pilihan yang bangkit untuk bermunajat kepada Allah Ta’ala. Mereka membasahi lisan dengan doa, memperpanjang sujud, dan meneteskan air mata karena takut kepada-Nya. Itulah ibadah tahajjud, salah satu amal yang sangat dicintai Allah dan menjadi tanda kemuliaan seorang mukmin.
Di antara keutamaan besar shalat tahajjud adalah dapat meringankan lamanya berdiri pada hari kiamat. Hari itu adalah hari yang sangat dahsyat. Manusia akan berdiri lama di padang mahsyar menunggu keputusan Allah. Matahari didekatkan, keringat bercucuran, dan setiap orang sibuk memikirkan keselamatan dirinya sendiri.
BACA JUGA: Betapa Tahajjud Itu …
Dalam sebuah atsar disebutkan:
“Barang siapa yang senang bila lamanya berdiri di hari kiamat diringankan oleh Allah, maka hendaklah ia memperlihatkan dirinya kepada Allah di malam hari dengan sujud dan berdiri mengingat hari akhir.”
Perkataan ini dinukil oleh Ibnu Jarir ath-Thabari dalam tafsirnya. Maknanya sangat mendalam. Siapa yang membiasakan dirinya berdiri di hadapan Allah saat malam dengan penuh keikhlasan, maka Allah akan memberikan keringanan baginya ketika berdiri pada hari yang sangat panjang kelak.
Tahajjud bukan hanya ibadah sunnah biasa. Ia adalah jalan mendekatkan diri kepada Allah, penghapus dosa, serta sebab datangnya ketenangan hati. Allah Ta’ala memuji hamba-hamba-Nya yang meninggalkan tempat tidur demi beribadah kepada-Nya. Mereka berdoa dengan rasa takut dan penuh harap, menginginkan rahmat Allah dan takut terhadap azab-Nya.
Rasulullah Muhammad ﷺ sendiri tidak pernah meninggalkan qiyamul lail. Padahal beliau adalah manusia yang telah diampuni dosa-dosanya. Ini menunjukkan betapa agungnya ibadah malam di sisi Allah. Bahkan para ulama salaf dahulu menjadikan tahajjud sebagai kekuatan ruhani yang menjaga hati mereka tetap hidup.
BACA JUGA: Mutiara Nasihat tentang Tahajjud
Tahajjud tidak harus panjang dan berat. Dua rakaat yang dilakukan dengan ikhlas di sepertiga malam terakhir sudah termasuk kemuliaan besar. Yang terpenting adalah istiqamah dan kejujuran hati ketika bermunajat kepada Allah.
Betapa ruginya jika malam-malam berlalu hanya untuk tidur dan lalai, sementara ada kesempatan besar untuk memperoleh rahmat dan kemudahan pada hari kiamat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang ringan hisabnya dan dimudahkan berdiri di hadapan-Nya kelak karena sujud dan tahajjud yang kita lakukan di dunia. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

