Suatu saat, saya berdoa, “Ya Allah, wujudkanlah cita-citaku dalam hal ilmu dan amal, dan berilah aku umur panjang agar bisa mencapai apa yang aku inginkan.”
Iblis lalu berbisik kepada saya, “Lalu apa? Tidakkah setelah itu engkau mati? Apa gunanya hidupmu?”
Saya mengatakan kepadanya, “Wahai makhluk yang tak berilmu! Seandainya engkau tahu dan paham apa yang tersembunyi di balik doaku, engkau akan tahu bahwa doaku takkan sia-sia! Apakah dengan demikian tidak semakin bertambah ilmu dan pengetahuanku, hingga semakin banyak buah dari tanamanku, lalu aku bersyukur saat menuainya? Apakah engkau kira aku senang jika aku mati dua puluh tahun yang lalu? Tidak! Saat itu pengetahuanku tentang Allah belum mencapai sepersepuluh dari apa yang aku ketahui sekarang!”
BACA JUGA: Kecintaan kepada Allah
Semua yang telah saya capai saat ini adalah buah dari kehidupan, sehingga saya kini dapat mengenal keesaan Allah dengan pengetahuan yang dalam.
Hidup telah mengangkat saya dari jurang taklid ke tingkatan yang lebih tinggi. Saya pun banyak menelaah ilmu pengetahuan yang memperluas cakrawala keilmuan, hingga jiwa ini berkilau dihiasi rangkaian mutiara ilmu. Lebih dari itu, tanaman-tanaman untuk akhirat saya kian subur dan segar. Pengalaman saya semakin bertambah untuk menyelamatkan para murid dari kesesatan dan ketidakta-huan. Allah berfirman, “Katakanlah (wahai Muhammad, “Wahai Tuhanku, tambahlah ilmuku.” (Tháhá [20]: 114).
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah dalam Kitab Shahih Muslim, Rasulullah bersabda, “Seorang Mukmin yang sesungguhnya, jika semakin bertambah umurnya, semakin banyak pula kebaikannya.”
BACA JUGA: Hakikat Pendengaran dan Penglihatan
Sesungguhnya salah satu tanda orang-orang yang mendapat kebahagiaan ialah, jika umurnya panjang, Allah mengaruniakan kepadanya kesempatan untuk bertobat.
Diriwayatkan Jabir bin Abdullah pula, bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya salah satu tanda orang-orang yang mendapat kebahagiaan ialah, jika umurnya panjang, Allah mengaruniakan kepadanya kesempatan untuk bertobat.”
Alangkah bahagianya jika usia saya mencapai umur Nabi Nuh (950 tahun) karena saya akan banyak mengumpulkan ilmu. Setiap kali saya dapat mengumpulkan ilmu, maka akan meningkat pula derajat dan akan ada banyak manfaat. []
Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

