Saya memerhatikan ilmu dan hikmah yang aneh dari orang-orang yang mengaku berilmu. Saya amati secara mendalam, ternyata mereka sekadar mendengar sesuatu dari telinga ke telinga dan dari mulut ke mulut tanpa pernah mendalami dengan sepenuh hati. Terlintas kemudian dalam benak saya suatu hal yang baru. Saya sungguh melihat, bahwa mereka seperti orang yang kehausan.
Saya menangkap isyarat, seandainya mereka memahami hal ini, niscaya mereka akan memuji. Saya pun akan menghargai mereka dan akan memperlihatkan kebaikan-kebaikan perkataan saya. Namun, ketika itu semua tiada saya peroleh, saya akan berpaling muka.
BACA JUGA: Ihwal Perilaku Mubalig
Terlintas dalam pikiran saya, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan sekalian makhluk, lalu merapikan susunan ciptaan-Nya, dan memperlihatkan semua ciptaan itu pada hati manusia.
Ketika hati manusia memerhatikan ciptaan-Nya dengan penuh kesadaran dan mendalam, hamba itu akan beroleh pujian dari Sang Pencipta.
Demikian juga al-Qur’an diturunkan Nya dengan muatan hikmah yang mengagumkan. Barang siapa merenungkan nya dengan saksama dan berinteraksi dengannya di saat menyendiri, ia akan menggapai keridhaan Si Penuturnya (Yang Maha Berbicara, Allah -Penja dan akan semakin akrab dengan-Nya.
BACA JUGA: Sifat-sifat Allah
Namun, jika hanya memahami hal hal yang bersifat indrawi, kita tidak akan mendapat yang demikian, sebagaimana firman-Nya,
“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombong kan dirinya di muka bumi tanpa 81 alasan yang benar.” (al-A’raf [7]: 146) []
Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

