Home KajianKetika Harta dan Keluarga Melalaikan: Jalan Halus Menuju Kemunafikan

Ketika Harta dan Keluarga Melalaikan: Jalan Halus Menuju Kemunafikan

Berhati-hatilah agar tidak tergelincir dari sekadar sibuk menjadi lalai, lalu berubah menjadi buruk sangka kepada Allah.

by Abu Umar
0 comments 9 views

Kesibukan dengan harta dan keluarga bisa menjadi sebab seseorang terjerumus ke dalam kemunafikan—dan pada akhirnya meraih kerugian. Hal ini telah diperingatkan oleh Allah dalam Surah Al-Munafiqun:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barang siapa melakukan itu, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”

Ayat ini adalah peringatan tegas bagi orang beriman: bahwa salah satu pintu menuju kemunafikan adalah ketika hati mulai lebih terikat kepada dunia daripada kepada Allah.

BACA JUGA: Lalai dari 3 Nikmat Ini

Dari Alasan hingga Kemunafikan

Namun ada bahaya yang lebih halus, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Fath:

“Orang-orang Badui yang tertinggal akan berkata kepadamu: ‘Harta dan keluarga kami telah menyibukkan kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.’”

Sekilas, ini tampak sebagai alasan yang bisa dimaklumi. Tetapi Allah membongkar hakikat yang tersembunyi di baliknya:

“Bahkan kalian menyangka bahwa Rasul dan orang-orang beriman tidak akan kembali kepada keluarga mereka selamanya, dan hal itu dihiasi dalam hati kalian. Kalian telah berprasangka buruk, dan kalian adalah kaum yang binasa.”

Ini menunjukkan bahwa masalah mereka bukan sekadar sibuk dengan harta dan keluarga, tetapi telah berubah menjadi penyakit hati: buruk sangka kepada Allah dan meragukan janji-Nya.

Bahaya Bertahap yang Tidak Disadari

Inilah pelajaran penting:
Seseorang bisa berubah secara bertahap tanpa sadar:

Awalnya hanya uzur (alasan)
Lalu menjadi kelalaian dan maksiat
Hingga akhirnya jatuh ke dalam kemunafikan

Perubahan ini sering tidak terasa, karena dimulai dari hal yang tampak “wajar”.

BACA JUGA: Adab terhadap Orang yang Lalai

Inti Peringatan

Kesibukan dunia bukanlah masalah selama tetap dalam batas yang benar. Namun ketika:

Dzikir mulai ditinggalkan
Ketaatan dikalahkan oleh kesibukan
Hati lebih bergantung pada dunia

maka di situlah bahaya besar mulai mengintai.

Penutup

Berhati-hatilah agar tidak tergelincir dari sekadar sibuk menjadi lalai, lalu berubah menjadi buruk sangka kepada Allah.

Jagalah hati agar tetap terikat kepada-Nya, meskipun tangan sibuk dengan urusan dunia.

Semoga Allah menjaga kita dari kemunafikan, memberikan keselamatan, dan mengampuni dosa-dosa kita. []

SUMBER: AR-ISLAMWAY.NET

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119