Seorang suami wajib memiliki akhlak yang baik terhadap istrinya, bersikap lembut, serta memberikan hal-hal yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan ketenangan dalam hati istrinya. Hal ini karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (QS. An-Nisa: 19)
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut.” (QS. Al-Baqarah: 228)
Ayat-ayat ini menegaskan bahwa hubungan suami istri dalam Islam dibangun di atas asas kebaikan, keadilan, dan saling menghormati.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Berbuat baiklah kepada para wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 3153; Muslim no. 1468)
BACA JUGA: 5 Sikap Terbaik Seorang Istri
Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. At-Tirmidzi)
Para ulama salaf sangat menekankan hal ini. Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
“Seorang laki-laki yang baik adalah yang bersikap lembut kepada keluarganya dan paling sabar terhadap mereka.”
Imam Ibnu Katsir رحمه الله menjelaskan makna ayat “bergaullah dengan mereka secara patut”, yaitu:
“Perindahlah ucapan kalian kepada mereka, perbaguslah perbuatan dan penampilan kalian sesuai kemampuan, sebagaimana kalian juga ingin diperlakukan demikian.”
Teladan Rasulullah ﷺ dalam Memperlakukan Istri
Rasulullah ﷺ adalah contoh terbaik dalam memperlakukan istri dengan penuh kelembutan dan kasih sayang:
1. Sikap lembut dan penuh perhatian
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia menceritakan bahwa ketika ia sedang haid dan berbaring bersama Nabi ﷺ dalam satu selimut, ia menjauh untuk mengganti pakaian haidnya. Maka Nabi ﷺ bersabda, “Apakah engkau sedang haid?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu beliau memanggilnya kembali untuk berbaring bersama dalam satu selimut.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ mencium istrinya saat berpuasa dan mandi bersama dari satu bejana. (HR. Al-Bukhari no. 316; Muslim no. 296)
Ini menunjukkan kedekatan, kelembutan, dan tidak adanya sikap kasar dalam interaksi suami istri.
BACA JUGA: Menjadi Istri yang Menyenangkan Hati Suami
2. Memberi kebahagiaan dan perhatian pada perasaan istri
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa ia pernah melihat Nabi ﷺ berdiri di pintu rumahnya, sementara orang-orang Habasyah sedang bermain tombak di masjid. Nabi ﷺ menutupinya dengan selendangnya agar ia bisa menonton permainan tersebut, dan beliau tetap berdiri hingga Aisyah merasa cukup. (HR. Al-Bukhari no. 443; Muslim no. 892)
Ini menunjukkan perhatian Nabi ﷺ terhadap kebahagiaan istrinya dan memahami kebutuhan emosionalnya.
3. Meluangkan waktu dan berinteraksi dengan penuh kasih
Aisyah radhiyallahu ‘anha juga meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ biasa shalat malam, kemudian setelah selesai, beliau melihat apakah Aisyah masih terjaga. Jika ia terjaga, beliau berbincang dengannya; jika tidak, beliau berbaring. (HR. Al-Bukhari no. 1068)
Hal ini menunjukkan bahwa di tengah kesibukan ibadahnya, Rasulullah ﷺ tetap memberikan waktu dan perhatian kepada istrinya. []
RUJUKAN: ISLAMQA
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

