Setiap amal ibadah yang kita lakukan tidak hanya membutuhkan keikhlasan dan kesungguhan, tetapi juga harapan besar agar diterima oleh Allah Ta’ala. Sebab, amal yang tidak diterima akan menjadi sia-sia, meskipun secara lahiriah tampak baik dan banyak. Oleh karena itu, para nabi dan orang-orang shalih sangat memperhatikan doa agar amal mereka diterima.
Salah satu doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an adalah:
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Rabbanâ taqabbal minnâ, innaka antas-samî‘ul-‘alîm.
“Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127)
BACA JUGA: 4 Hal yang Menyebabkan Doa Tertolak
Doa ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan Nabi Ismail ‘alaihis salam ketika mereka meninggikan bangunan Ka’bah. Padahal, amal yang mereka lakukan adalah amal yang agung, namun tetap saja mereka khawatir tidak diterima. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin hendaknya tidak merasa aman dengan amalnya, tetapi senantiasa berharap dan takut.
Para ulama salaf juga mencontohkan sikap ini. Mereka beramal dengan sungguh-sungguh, namun tetap diliputi rasa khawatir. Bahkan disebutkan bahwa mereka berdoa selama enam bulan setelah Ramadhan agar amal mereka diterima, dan enam bulan berikutnya berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan.
BACA JUGA: Apakah Doa Bisa Mengubah Takdir?
Maka, sudah sepatutnya kita memperbanyak doa ini dalam setiap ibadah, baik setelah shalat, puasa, sedekah, maupun amal lainnya. Sertai amal dengan keikhlasan, ittiba’ kepada sunnah, dan harapan penuh kepada Allah.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikannya sebagai bekal menuju ridha-Nya. Aamiin. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

