Home MuhasabahBetapa Pelitnya Kita untuk Akhirat

Betapa Pelitnya Kita untuk Akhirat

Satu shalat sunnah yang ikhlas. Satu sedekah yang ringan di tangan tapi berat di timbangan. Satu dosa yang ditinggalkan karena takut kepada Allah.

by Abu Umar
0 comments 105 views

Sering kali kita merasa cukup dengan ibadah yang sedikit. Shalat kita kerjakan sekadar menggugurkan kewajiban. Sedekah kita keluarkan bila ada sisa. Doa kita panjatkan saat terdesak. Padahal, untuk urusan dunia, kita rela berkorban waktu, tenaga, bahkan harta tanpa banyak perhitungan.

Inilah ironi yang jarang kita sadari: kita begitu perhitungan untuk akhirat, namun sangat royal untuk dunia.

Untuk dunia, bangun pagi terasa ringan. Lembur hingga larut malam tak menjadi masalah. Mengejar target dan keuntungan dilakukan dengan penuh semangat. Namun ketika azan berkumandang, hati justru terasa berat. Ketika ada kesempatan beramal, kita menunggu waktu lain. Seakan-akan akhirat masih jauh dan tidak mendesak.

BACA JUGA:  Saudaraku, Balasan Amal itu di Akhirat

Allah ﷻ telah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan akhirat adalah tempat kembali yang kekal. Namun dalam praktiknya, kita justru menanam paling sedikit untuk kehidupan yang paling lama. Kita pelit dalam menambah shalat sunnah, enggan memperbanyak sedekah, malas menjaga lisan, dan berat untuk menahan hawa nafsu.

Lebih menyedihkan lagi, kita sering takut miskin karena bersedekah, tetapi tidak takut miskin pahala karena meninggalkan amal. Kita khawatir harta berkurang, namun tidak gelisah ketika umur berkurang tanpa diisi ketaatan. Padahal, setiap hari usia kita terus dipotong, sementara bekal akhirat belum tentu bertambah.

Para salaf rahimahumullah sangat memahami hakikat ini. Mereka menangisi sedikitnya amal, meski amal mereka jauh lebih banyak dibanding kita. Sementara kita merasa aman, padahal dosa bertumpuk dan amal masih minim. Hati kita tenang dengan dunia, tetapi lalai terhadap hisab.

BACA JUGA:  Perbaiki Urusan Akhiratmu, Allah Akan Perbaiki Urusan Duniamu

Muhasabah ini seharusnya menggugah kita untuk bertanya pada diri sendiri:
Jika hari ini adalah hari terakhirku, apakah bekal ini cukup?
Jika malam ini aku dipanggil Allah, amalan apa yang bisa aku banggakan?

Akhirat tidak meminta seluruh hidup kita. Ia hanya meminta kesungguhan dalam ketaatan. Satu shalat sunnah yang ikhlas. Satu sedekah yang ringan di tangan tapi berat di timbangan. Satu dosa yang ditinggalkan karena takut kepada Allah.

Jangan sampai kita datang pada hari kiamat sebagai orang yang bangkrut, karena pelit terhadap amal, namun boros dalam maksiat. Saat itu penyesalan tidak lagi berguna, dan kesempatan telah tertutup. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119