Rasulullah ﷺ pernah mengutus Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah radhiyallahu ‘anhu.
Beliau diutus ke negeri Bahrain.
Tugasnya mengambil upeti dari penduduknya.
Kebanyakan penduduk Bahrain saat itu adalah kaum Majusi.
Abu ‘Ubaidah pun kembali.
Ia membawa harta dalam jumlah banyak.
Kabar itu terdengar oleh orang-orang Anshar.
Mereka pun bersegera.
Mereka mendatangi masjid.
Mereka ingin shalat Shubuh bersama Rasulullah ﷺ.
Shalat pun selesai.
Rasulullah ﷺ berpaling menghadap mereka.
Tampak keinginan di wajah orang-orang Anshar.
Mereka sedang membutuhkan harta tersebut.
BACA JUGA: Kekayaan bagi Seorang Muslim
Rasulullah ﷺ melihat keadaan itu.
Beliau pun tersenyum.
Senyum tanpa suara.
Senyum penuh hikmah.
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda,
“Aku menduga kalian telah mendengar bahwa Abu ‘Ubaidah datang membawa harta dari Bahrain.”
Mereka menjawab,
“Benar wahai Rasulullah.”
Rasulullah ﷺ melanjutkan sabdanya,
“Bergembiralah dan harapkanlah apa yang menyenangkan kalian.”
Namun setelah itu, beliau memperingatkan,
“Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian.”
Kemiskinan bukanlah perkara yang paling ditakuti oleh Nabi ﷺ.
Kemiskinan tidak selalu membawa keburukan.
Bahkan bisa menjadi kebaikan.
Jika disertai kesabaran dan ketaatan.
Orang miskin sering kali lebih dekat kepada kebenaran.
Para nabi pun didustakan oleh orang-orang kaya dan pembesar kaum.
Sebaliknya, yang banyak mengikuti para nabi adalah orang-orang miskin.
Begitu pula umat Nabi Muhammad ﷺ.
Mayoritas pengikut awal beliau adalah orang-orang sederhana.
Karena itu, jangan takut miskin.
Jangan cemas dengan urusan makan dan rezeki.
Yang penting adalah usaha yang halal.
Disertai doa dan tawakal.
Allah telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya.
Allah berfirman:
“Dan tidak ada satu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah yang memberi rezekinya.”
(QS. Hud: 6)
Yang justru perlu dikhawatirkan adalah dunia.
Ketika dunia dibentangkan.
Ketika harta melimpah.
Ketika manusia berlomba-lomba mengejarnya.
BACA JUGA: Mulianya Kekayaan dan Hinanya Kefakiran
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Aku khawatir dunia dibentangkan atas kalian sebagaimana dibentangkan atas orang-orang sebelum kalian.”
Mereka berlomba-lomba dalam dunia.
Lalu dunia itu menghancurkan mereka.
Sebagaimana ia menghancurkan umat sebelumnya.
Menghancurkan agama.
Membuat lalai.
Menjauhkan dari ketaatan.
Inilah peringatan Nabi ﷺ.
Bukan tentang miskin.
Tetapi tentang cinta dunia.
Semoga Allah melindungi kita darinya.
Dan menjaga agama kita hingga akhir hayat. []
SUMBER: DARUS SUNAH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

