Home MuhasabahBukti Manusia Tidak Bisa Menghitung Nikmat Allah

Bukti Manusia Tidak Bisa Menghitung Nikmat Allah

Bahkan ujian dan musibah pun adalah nikmat, karena dengannya Allah menghapus dosa, mengangkat derajat, dan mendekatkan hamba kepada-Nya.

by Abu Umar
0 comments 342 views

Sebagai umat muslim masih saja ada yang meragukan akan nikmat Allah. Padahal, segala apa yang ada pada dirinya itulah nikmat Allah. Semua yang ada di alam semesta ini merupakan nikmat yang diberikan oleh-Nya bagi makhluk penghuni alam semesta.

Allah SWT berfirman, “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya,” (QS. An-Nahl: 18).

Mungkin di antara kita masih ada yang meragukan tentang firman Allah SWT yang satu ini. Ada yang bertanya bahwasanya, bagaimana bisa dibuktikan bahwa menghitung kenikmatan Allah tidak mungkin?

Allah memulai ayat itu dengan ‘in (jika), yang bermakna ‘keraguan’. Bukti keraguan itu ialah manusia yang bagaimana pun pintarnya tidak akan mampu menghitung semua kenikmatan Allah di dunia. Para ilmuwan atau lembaga penelitian belum pernah berpikir untuk menghitung jumlah nikmat Allah.

BACA JUGA: Gambaran Kenikmatan Surga

Ketidakmampuan para ahli untuk menghitung merupakan bukti kebenaran ucapan dan hukum Allah terhadap manusia bahwa mereka tidak akan mampu menentukan jumlah nikmat Allah meskipun mereka berusaha untuk menghitungnya.

Manusia dengan keahlian yang menakjubkan mampu menciptakan komputer untuk menghitung bermacam-macam kejadian. Tapi, Allah menjamin bahwa komputer model apa pun tidak akan mempu untuk menghitung kenikmatan Allah dengan pasti dan benar.

1. Nikmat Kehidupan

Allah memberi kita kehidupan — dari tiada menjadi ada. Setiap detik napas, detak jantung, dan kesempatan untuk hidup adalah nikmat luar biasa yang tidak bisa dibayar dengan apapun.

“Dan Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.” (QS. As-Sajdah: 9)

2. Nikmat Iman dan Islam

Di antara jutaan manusia, Allah memilih kita untuk mengenal Islam dan memiliki iman. Ini adalah nikmat terbesar yang harus dijaga dan disyukuri.

“Barangsiapa yang Allah kehendaki akan diberi-Nya petunjuk, Dia akan melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam.” (QS. Al-An’am: 125)

3. Nikmat Akal dan Ilmu

Dengan akal, manusia bisa membedakan baik dan buruk, mempelajari ilmu, dan menjalani hidup secara bijak. Ini yang membedakan manusia dari makhluk lainnya.

4. Nikmat Rezeki

Rezeki tidak selalu berupa harta, tapi juga kesehatan, keluarga, waktu luang, dan ketenangan. Allah memberikannya dalam bentuk yang sering tidak kita sadari.

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya…” (QS. Ibrahim: 34)

BACA JUGA: Kenikmatan Tertinggi di Surga

5. Nikmat Ujian

Bahkan ujian dan musibah pun adalah nikmat, karena dengannya Allah menghapus dosa, mengangkat derajat, dan mendekatkan hamba kepada-Nya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu…” (QS. Al-Baqarah: 216)

Penutup:

Nikmat Allah terlalu banyak untuk dihitung, terlalu dalam untuk dipahami seluruhnya. Maka kunci utamanya adalah syukur. Karena dengan syukur, nikmat itu akan terus ditambah (QS. Ibrahim: 7). []

Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab/Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli asy-Sya’rawi/Penerbit: Gema Insani

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119