Home IbadahMenepuk Bahu Orang yang Sedang Shalat untuk Bermakmum: Adakah Anjurannya?

Menepuk Bahu Orang yang Sedang Shalat untuk Bermakmum: Adakah Anjurannya?

Menepuk bahu orang yang sedang shalat dengan tujuan ingin bermakmum tidak memiliki dasar anjuran dalam syariat Islam. Bahkan, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan mudarat dan gangguan yang tidak diinginkan.

by Abu Umar
0 comments 109 views

PERSOALAN menepuk bahu orang yang sedang shalat kerap kita jumpai di tengah masyarakat. Praktik ini biasanya terjadi ketika seseorang datang ke masjid—baik di kampung sendiri maupun di tempat orang lain—lalu melihat ada seorang yang sedang shalat sendirian. Dengan niat ingin bermakmum, ia pun menepuk bahu orang tersebut agar disadari bahwa ada makmum di belakangnya.

Namun, apakah tindakan menepuk bahu ini memiliki dasar dalam syariat Islam?

Tidak Ditemukan Anjuran dalam Dalil

Sejauh penelusuran terhadap dalil-dalil syariat, tidak ditemukan keterangan yang mengharuskan atau menganjurkan menepuk bahu orang yang sedang shalat demi menjadi makmum. Baik dari Al-Qur’an, hadis Nabi ﷺ, maupun praktik para sahabat, tidak ada petunjuk khusus yang mengisyaratkan hal tersebut.

Justru, terdapat sebuah hadis yang dapat membantu menjelaskan bagaimana seharusnya sikap seseorang ketika ingin bermakmum kepada orang yang sedang shalat sendirian.

BACA JUGA:  Cara Shalat Malam Nabi

Hadis Ibnu Abbas tentang Bermakmum Tanpa Menepuk Bahu

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

“Pada suatu malam, aku menginap di rumah bibiku Maimunah. Pada malam itu aku shalat bersama Rasulullah ﷺ. Setelah larut malam, Nabi ﷺ bangun dan berwudhu dari air yang berada di dalam bejana yang digantung, lalu beliau shalat. Aku pun berwudhu seperti wudhu beliau, kemudian aku berdiri di sebelah kiri beliau. Lalu beliau memindahkanku ke sebelah kanan beliau.” (HR. Bukhari no. 138)

Maimunah radhiyallahu ‘anha adalah salah satu istri Rasulullah ﷺ dan merupakan bibi Ibnu Abbas dari jalur ibu. Ketika Nabi ﷺ bermalam di rumah Maimunah, Ibnu Abbas—yang saat itu belum baligh—ikut bermalam di sana.

Yang menarik dari hadis ini adalah cara Ibnu Abbas bermakmum. Ia datang ketika Rasulullah ﷺ telah memulai shalat, namun tidak menepuk bahu Nabi ﷺ, tidak pula memberi isyarat apa pun. Ia langsung berdiri di samping kiri Rasulullah ﷺ. Karena posisi tersebut tidak tepat untuk makmum satu orang, Nabi ﷺ dengan lembut memindahkannya ke sisi kanan.

Hadis ini menunjukkan bahwa bermakmum kepada orang yang sedang shalat dapat dilakukan tanpa perlu menepuk bahu terlebih dahulu.

Potensi Bahaya Menepuk Bahu Orang yang Sedang Shalat

Selain tidak memiliki dasar anjuran, menepuk bahu orang yang sedang shalat juga berpotensi menimbulkan mudarat, di antaranya:

  • Disalahartikan sebagai tindakan mencurigakan, bahkan dianggap sebagai upaya hipnotis.
  • Mengejutkan orang yang memiliki riwayat penyakit, seperti sakit jantung, yang bisa membahayakan kesehatannya.
  • Dianggap sebagai isyarat bahaya, sehingga orang yang ditepuk bisa panik atau kaget berlebihan.

Kondisi-kondisi tersebut dapat mengganggu kekhusyukan shalat, bahkan berpotensi membatalkan shalat orang yang ditepuk bahunya.

BACA JUGA:  Anjuran Berbaring setelah Shalat Sunnah Fajar

Kesimpulan

Menepuk bahu orang yang sedang shalat dengan tujuan ingin bermakmum tidak memiliki dasar anjuran dalam syariat Islam. Bahkan, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan mudarat dan gangguan yang tidak diinginkan.

Berdasarkan praktik Nabi ﷺ dan para sahabat, cara yang lebih tepat adalah langsung berdiri di posisi makmum yang benar, tanpa menepuk bahu atau membuat isyarat yang bisa mengganggu orang yang sedang shalat.

Wallahu a‘lam. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119