Home KajianOrang Muslim yang Celaka karena Shalat

Orang Muslim yang Celaka karena Shalat

Al-Ma‘un mencakup segala bentuk kebaikan kecil: meminjamkan barang, menolong sesama, atau sekadar memudahkan urusan orang lain. Ketika semua ini hilang, maka ibadah berubah menjadi ritual kosong.

by Abu Umar
0 comments 93 views

Banyak orang terkejut ketika membaca firman Allah dalam Surat Al-Ma‘un:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ

“Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat.” (Q.S. Al-Ma‘un: 4)

Sekilas, ayat ini seolah mengancam orang yang salat. Namun para ulama sepakat, ancaman ini bukan ditujukan kepada orang yang menegakkan salat dengan benar, melainkan kepada mereka yang lalai terhadap hakikat salat.

Allah melanjutkan firman-Nya:

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ

“(Yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya.” (Q.S. Al-Ma‘un: 5)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Mereka bukan lalai karena lupa sesaat, tetapi lalai karena menunda, meremehkan, dan tidak menjaga waktu serta kekhusyukan salat.” Ini adalah kelalaian yang disengaja, bukan sekadar khilaf manusiawi.

BACA JUGA:  Disunnahkan Menyegerakan Shalat Ashar

Lebih jauh, Al-Ma‘un tidak hanya membahas salat. Surat ini membongkar penyakit hati yang lebih dalam: ibadah yang kosong dari keikhlasan dan kepedulian sosial. Allah berfirman:

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِ

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?” (Q.S. Al-Ma‘un: 1)

Pendustaan agama bukan selalu dengan lisan, tetapi sering kali dengan perbuatan. Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Pendustaan agama itu tampak pada rusaknya amal dan kerasnya hati terhadap sesama.”

Ciri pertama dari pendusta agama adalah sikap kasar terhadap anak yatim:

banner

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ

“Itulah orang yang menghardik anak yatim.” (Q.S. Al-Ma‘un: 2)

Al-Imam Al-Qurthubi menegaskan, “Barang siapa merendahkan anak yatim, maka sungguh ia telah meremehkan amanah Allah.” Anak yatim adalah ujian keimanan, bukan beban yang boleh disingkirkan.

Ciri berikutnya adalah kikir dan abai terhadap kaum miskin:

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ

“Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (Q.S. Al-Ma‘un: 3)

Bahkan sekadar mendorong orang lain untuk bersedekah pun ia enggan. Padahal, menurut Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah, “Iman bukan hanya salat dan puasa, tetapi kelembutan kepada hamba-hamba Allah.”

Allah lalu menyebutkan penyakit ibadah yang paling halus namun paling berbahaya: riya’.

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَآءُوْنَ

“Orang-orang yang berbuat riya’.” (Q.S. Al-Ma‘un: 6)

Salat mereka ada, tetapi bukan untuk Allah. Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata, “Riya’ adalah syirik kecil yang merusak amal, meski amal itu tampak besar di mata manusia.”

BACA JUGA:  10 Keutamaan Shalat Malam

Dan puncaknya, mereka enggan memberi bantuan sederhana:

وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ

“Dan enggan memberikan bantuan.” (Q.S. Al-Ma‘un: 7)

Al-Ma‘un mencakup segala bentuk kebaikan kecil: meminjamkan barang, menolong sesama, atau sekadar memudahkan urusan orang lain. Ketika semua ini hilang, maka ibadah berubah menjadi ritual kosong.

Surat Al-Ma‘un adalah cermin keimanan. Ia mengingatkan bahwa salat, keikhlasan, dan kepedulian sosial adalah satu kesatuan. Barang siapa memisahkannya, maka ia berada di ambang ancaman “celaka” yang Allah sebutkan dengan sangat tegas.

Semoga Allah menjaga kita dari kelalaian, riya’, dan kerasnya hati, serta menjadikan salat kita hidup, ikhlas, dan berbuah kebaikan bagi sesama. Aamiin. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119