Home MuhasabahJika Kamu Terkena Demam

Jika Kamu Terkena Demam

Demam dan penyakit lainnya bukan sekadar gangguan fisik, tetapi juga sarana tarbiyah ruhani bagi seorang Muslim.

by Abu Umar
0 comments 114 views

Di antara kewajiban seorang Muslim ketika ditimpa penyakit adalah bersabar dan menahan lisan serta hati dari keluh kesah. Islam mendidik pemeluknya untuk menerima takdir Allah Ta’ala dengan lapang dada, tanpa ucapan atau sikap yang mengandung protes terhadap keputusan-Nya. Karena setiap keadaan yang Allah tetapkan bagi seorang hamba, baik maupun buruk menurut pandangan manusia, pasti mengandung hikmah dan kebaikan.

Hal ini juga berlaku ketika seseorang terserang penyakit yang tampak ringan dan sering terjadi, seperti demam. Meski kerap dianggap sepele, demam tetaplah ujian dari Allah. Maka sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang Muslim adalah kesabaran, sebagaimana ia bersabar ketika menghadapi musibah dan ujian lainnya.

Penyakit adalah Bagian dari Ujian Hidup

Tidak ada seorang pun yang luput dari ujian sakit. Nabi, para sahabat, dan orang-orang saleh pun merasakan beratnya penyakit. Sakit bukanlah tanda kebencian Allah, melainkan bagian dari sunnatullah dalam kehidupan manusia. Melalui sakit, Allah menguji keimanan, kesabaran, dan ketergantungan seorang hamba kepada-Nya.

BACA JUGA:  Setiap Ucapan Dicatat, Bahkan Rintihan Saat Sakit

Kesabaran ketika sakit bukan berarti pasrah tanpa usaha. Seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berobat dan menjaga kesehatannya. Namun, di saat yang sama, ia menjaga lisannya dari keluhan yang berlebihan dan hatinya dari prasangka buruk kepada Allah.

Larangan Mencela Penyakit

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan bimbingan yang sangat indah dalam menyikapi demam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, diceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjenguk Ummu As-Saib (atau Ummul Musayyib) yang sedang sakit demam.

Beliau bertanya kepadanya tentang kondisi tubuhnya yang menggigil. Ummu As-Saib pun menjawab dengan nada keluhan dan mencela demam yang menimpanya. Mendengar hal tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam segera meluruskan pemahaman itu dengan penuh kelembutan.

Beliau bersabda agar tidak mencela demam, karena demam memiliki peran besar dalam menghapus dosa-dosa manusia. Rasulullah menjelaskan bahwa demam membersihkan kesalahan-kesalahan anak Adam sebagaimana api pandai besi membersihkan karat yang menempel pada besi. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan menjadi dalil kuat tentang keutamaan bersabar ketika sakit.

Demam sebagai Penghapus Dosa

Hadits ini memberikan penghiburan yang mendalam bagi orang yang sedang sakit. Demam yang terasa menyiksa ternyata menjadi sarana penggugur dosa. Rasa panas, lemah, dan tidak nyaman yang dirasakan seorang hamba tidaklah sia-sia di sisi Allah. Semua itu menjadi sebab diampuninya kesalahan-kesalahan, selama ia bersabar dan ridha terhadap takdir Allah.

Inilah cara Islam mengubah sudut pandang seorang Muslim. Sesuatu yang tampak menyakitkan di dunia, bisa menjadi sebab keselamatan di akhirat. Maka, alih-alih mencela penyakit, seorang Mukmin justru dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, doa, dan harapan akan ampunan Allah.

Menjaga Lisan dan Hati

Salah satu bentuk kesabaran yang paling berat ketika sakit adalah menjaga lisan. Keluhan yang berlebihan, umpatan terhadap penyakit, atau ungkapan ketidakridhaan dapat mengurangi pahala bahkan menghilangkan nilai ibadah dari kesabaran itu sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar seorang Muslim tetap menjaga adab kepada Allah, bahkan di saat tubuhnya lemah.

BACA JUGA:  Saudaraku, Saat Kita Diuji oleh Sakit

Hati pun perlu dijaga agar tetap husnuzan kepada Allah. Yakinlah bahwa Allah Maha Bijaksana dan Maha Penyayang. Tidak ada satu pun musibah yang menimpa seorang hamba kecuali dengan izin-Nya dan untuk kebaikan hamba tersebut, meski kebaikan itu belum tampak saat ini.

Penutup

Demam dan penyakit lainnya bukan sekadar gangguan fisik, tetapi juga sarana tarbiyah ruhani bagi seorang Muslim. Ia mengajarkan kesabaran, ketundukan, dan harapan kepada Allah. Dengan memahami tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, seorang Mukmin akan memandang sakit bukan sebagai musibah semata, melainkan sebagai ladang pahala dan penghapus dosa.

Semoga Allah memberikan kita kesabaran ketika diuji dengan penyakit, mengampuni dosa-dosa kita, dan menganugerahkan kesehatan yang penuh keberkahan. Wallahu a’lam. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119