Pelan-pelan, ajarkan kepada buah hati Ayah dan Bunda tentang be nar atau tidaknya hal-hal yang ia lakukan atau yang dilakukan orang lain. Sehingga, ia akan tahu mana yang benar dan mana yang salah
Tentu saja, syariat Islam atau halal-haram harus menjadi alat ukur-nya. Ayah dan Bunda harus memberi pemahaman kepada buah hati bahwa perbuatan yang salah adalah perbuatan yang tidak disukai Allah.
Sebaliknya, perbuatan yang benar adalah perbuatan yang di-sukai Allah
BACA JUGA: Mengajarkan Adab Minum kepada Anak
Selain itu, Ayah dan Bunda juga bisa memberikan reward kepada buah hati atas perbuatan baik yang ia lakukan, meski sekadar kata “bagus!”.
Juga berikan punishment kepadanya atas perbuatan buruk, meski hanya dengan sedikit kecarnan. Metode pengajaran, penilaian. serta pemberian reward dan punishment tersebut sangatlah penting untuk membuka hati nurani buah hati Ayah dan Bunda.
Sebaiknya, Ayah dan Bunda tidak mengajarkan kepada buah hati teritang hukum-hukum secara umum. Misalnya mengatakan kepada anak bahwa mencuri itu haram.
BACA JUGA: Fitnah Anak dan Harta
Akan tetapi, Ayah dan Bunda bisa mengatakan kepada buah hati, “Nak, kamu tidak boleh mengambil uang dari dompet Ayah atau Bunda tanpa izin, ya”, atau “Abang jangan mengambil barang milik kakak atau adikmu sebelum minta izin, ya”, dan sejenisnya.
Nanti di kemudian hari, dengan sendirinya ia akan menarik kesimpulan bahwa mencuri itu haram. []
Sumber: Rumahku Madrasah Pertamaku / Penulis: Dr. Khalid Ahmad Syantut / Penerbit: Maskana Media / Cetakan Kedua, Januai 2009
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

