An-Nubakhti berkata: “Ada orang-orang bodoh yang mengklaim bahwa segala sesuatu tidak memiliki satu pun hakikat, akan tetapi hakikatnya tergantung kepada orang yang meyakininya. Orang yang terkena penyakit kuning akan merasakan madu itu pahit, sedangkan yang lainnya akan merasakan madu itu manis.
BACA JUGA: Talbis Iblis terhadap Para Penceramah, Pemberi Nasihat, dan Penutur Kisah (1)
Mereka mengatakan: ‘Demikian juga dengan alam ini. Ia qadim (azali) menurut orang yang meyakininya qadim, atau ia muhdats (baru) menurut orang yang meyakininya muhdats. Warna ialah zat menurut orang yang meyakini ia sebagai zat, atau sifat bagi orang yang meyakini demikian.’
Mereka pun menyatakan: ‘Sekiranya kita beranggapan bahwa dua keyakinan tersebut tidak ada, maka hakikat tersebut tetap bergantung kepada orang yang meyakininya.’
BACA JUGA: Iblis yang Sombong
Mereka ini setipe dengan kelompok Sufisthaiyah. Kami bertanya kepada mereka: ‘Apa pendapat kalian itu benar?” Mereka menjawab: ‘Benar menurut kami, salah menurut selain kami. Apabila mereka menjawab demikian, maka kami menyatakan kepada mereka: ‘Klaim bahwa pendapat kalian benar terbantahkan. Sedangkan pengakuan kalian bahwa pendapat kalian salah menurut lawan kalian justru ditopang bukti yang kuat. Dengan demikian, siapa saja yang dapat membuktikan batilnya pendapat mereka dari satu sisi, berarti dia telah membungkam mereka sehingga tidak perlu lagi menjelaskan rusaknya pendapat mereka.’ []
Sumber: Talbis Iblis, Tipu Muslihat dan Perangkap Iblis dalam Menjerumuskan Manusia ke Jurang Kehancuran,karya Ibnu Jauzi, Pustaka Imam As Syafi’i, Cetakan 2020 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

