Home MuhasabahKematian Semakin Mendekat, Tapi Kita Masih Sibuk dengan Dunia

Kematian Semakin Mendekat, Tapi Kita Masih Sibuk dengan Dunia

Rasulullah ﷺ bersabda: "Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian." (HR. Tirmidzi, hasan shahih)

by Abu Umar
0 comments 307 views

Kematian adalah sesuatu yang pasti. Ia bukan sekadar ancaman, melainkan janji Allah yang pasti akan ditepati. Namun, ironisnya, semakin dekat ajal menghampiri, justru manusia semakin sibuk dengan dunia, seolah-olah hidup di dunia ini abadi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan kita dengan firman-Nya:

اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَۚ ۝١

“Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat).” (QS. Al-Anbiya’: 1)

Ayat ini menjadi peringatan tajam bagi siapa pun yang masih terbuai dalam kelalaian. Hari-hari kita dipenuhi dengan urusan dunia: harta, jabatan, gengsi, hiburan, dan segala yang fana. Padahal, setiap hari adalah langkah menuju kematian. Setiap detik yang berlalu adalah jarak yang memendek antara kita dan kubur.

BACA JUGA:  Ketika Nabi Adam Memberitahu Hawa tentang Kematian Anaknya

Rasulullah ﷺ bersabda: “Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi, hasan shahih)

Hadis ini bukan sekadar ajakan untuk mengenang duka, tetapi perintah untuk membangun kesadaran: bahwa dunia ini hanya tempat singgah sementara. Kita akan pergi. Dan saat itu datang, tak ada lagi waktu untuk berbenah.

Para ulama salaf sangat memahami hal ini. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata: “Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka hilanglah sebagian darimu.”

Ungkapan ini menggambarkan betapa waktu adalah hidup kita sendiri. Jika kita habiskan waktu hanya untuk mengejar dunia, maka sejatinya kita mengorbankan hidup kita untuk sesuatu yang tak kekal.

Ibnul Qayyim rahimahullah menasihati: “Di dunia ini manusia seperti sedang tidur. Ketika mati, barulah mereka terbangun.”

Kita seringkali menunda-nunda ketaatan, dengan alasan belum siap, masih muda, atau terlalu sibuk. Tapi, apakah kematian juga akan menunggu kesiapan kita? Tentu tidak. Ia datang tanpa kompromi.

Bayangkan jika hari ini adalah hari terakhir kita di dunia. Sudahkah kita shalat dengan khusyuk? Sudahkah kita membersihkan hati dari iri dan dengki? Sudahkah kita memaafkan orang lain, dan memohon ampun kepada Allah?

BACA JUGA: Manusia dan Kematian

Dunia memang tempat kita bekerja dan berusaha, tapi ia bukan tujuan akhir. Akhiratlah tempat kita kembali, dan tempat semua amalan dipertanggungjawabkan. Karenanya, sibukkan diri dengan amal saleh. Gunakan waktu dengan bijak, bukan hanya untuk mengejar dunia, tapi untuk menyiapkan diri menghadapi kematian yang semakin mendekat.

Penutupnya, mari renungi sabda Nabi ﷺ: “Orang yang cerdas adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Tirmidzi)

Jangan sampai kita termasuk dalam golongan orang yang menyesal di akhirat, karena terlalu tenggelam dalam urusan dunia, sementara kematian terus menghampiri. Saatnya kita bangun dari kelalaian, sebelum waktu benar-benar habis dan tak ada kesempatan untuk kembali. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119