Home SirahUmair bin Wahab Al-Jumhani Menghunus Pedang Beracun untuk Mencelakai Rasulullah

Umair bin Wahab Al-Jumhani Menghunus Pedang Beracun untuk Mencelakai Rasulullah

by Abu Umar
0 comments 117 views

Ketika dua tokoh Quraisy, Umair bin Wahab Al-Jumhani dan Shafwan bin Umaiyah, sedang duduk-duduk bersama untuk merenungi nasib kekalahan mereka untuk membalaskan dendam yang telah mati, “Demi Tuhan, seandainya aku tidak memiliki hutang yang harus ku lunasi dan kekhawatiran atau keselamatan keluargaku setelah kehilanganku, sungguh aku akan pergi menemui Muhammad dan membunuhnya.”

Shafwan mendorong semangat Umair, dia berkata, “Semua utangmu di atas tanggunganku, sedangkan keluargamu bersama keluargaku. Aku akan menjamin keselamatan mereka seumur hidup mereka, aku tak akan berbuat berat sebelah sehingga melemahkan keluargamu.”

BACA JUGA: Dialog Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar Sebelum Fathu Makkah

Kata-kata itu telah terpaut di hati Umair, maka dengan tekadnya ia meyusun rencana untuk melakukan pengkhianatan terhadap Nabi. Maka dia mengasah pedangnya dan melumurinya dengan racun. Kemudian dia berangkat, hingga sampailah di kota Madinah.

Namun ketika Umar bin Khatab melihat keliaran Umair dengan pedang di tangannya, maka kekhawatirannya membuat ia mengambil tindakan untuk mengatakan kedatangan Umair dengan niat buruknya itu.

“Anjing ini adalah musuh Allah, Umair bin Wahab. Dia datang dengan membawa niat tidak baik, akan tetapi ia ingin berbuat keonaran. Kita telah menduga ialah orang yang menghasut kaum Quraisy untuk memerangi kita di perang Badar.” Lalu Umar pun pergi melapor kepada Rasulullah.

Setelah itu, mata pedang Umar ia arahkan pada Umair dan tangannya mencengkram baju Umair, kemudian ia seret ke hadapan Nabi.

Umar pun berkata kepada orang-orang Anshar, “Masuk lah bersama Rasulullah, dan berwaspadalah dari ancaman si keji ini. Karena sesungguhnya dia tidak bisa di percaya.”

BACA JUGA: Rasulullah Sangat Menyayangi Hasan dan Husein

Rasulullah yang melihat perlakuan Umar terhadap si keji tadi, maka ia memberi perintah, “Lepaskan dia, wahai Umar! Dan wahai Umair tetap di tempatmu!”

Nabi pun menginvestigasi Umair dan dia berusaha mengelak. Setelah di desak secara terus-menerus, dia akhirnya kehabisan akal untuk mencar jalan keluar. Maka ia pun membuka rencana kedatangannya dan dia berikrar masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimah sahadat serta bertaubat atas perbuatannya. []

Sumber: Kejeniusan Umar/ Penulis: Abbas Mahmud AL Akkad/ Penerbit: Pustaka Azzam, 2002

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119