Hari kiamat adalah kepastian yang akan dialami seluruh makhluk atas kehendak Allah.
Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan waktunya tiba, tetapi setiap muslim wajib meyakini bahwa hari itu pasti datang.
Terkadang, kita begitu sibuk merencanakan masa depan di dunia hingga lupa mempersiapkan kehidupan setelah kematian.
BACA JUGA: Kabut sebagai Salah Satu Tanda Besar Kiamat
Kita menabung untuk hari tua, membangun rumah untuk kenyamanan, dan bekerja keras demi masa depan keluarga.
Namun, sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk menghadapi hari ketika seluruh manusia dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawaban?
Allah berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 agar setiap orang beriman memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, yaitu kehidupan akhirat.
Ayat ini mengingatkan kita untuk senantiasa mengevaluasi amal dan tidak terlena dengan kehidupan dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini mengajarkan bahwa seorang mukmin harus memiliki kesadaran untuk mempersiapkan kehidupan akhirat sejak masih diberi kesempatan hidup.
Persiapan menghadapi hari kiamat bukan dengan menebak-nebak waktunya, tetapi dengan memperbanyak amal saleh dan memperbaiki keimanan.
Jagalah salat lima waktu, karena ibadah ini merupakan salah satu amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.
Perbanyaklah membaca Al-Qur’an, beristigfar, bersedekah, dan melakukan kebaikan meskipun terlihat sederhana.
Jangan lupa memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, karena urusan kezaliman dan hak orang lain juga harus dipertanggungjawabkan.
Imam Al-Ghazali mengingatkan pentingnya mengingat kematian sebagai cara membangunkan hati dari kelalaian terhadap kehidupan dunia.
Jangan menunda tobat hanya karena merasa masih memiliki banyak waktu untuk memperbaiki diri.
Sebab, kita tidak pernah tahu kapan kesempatan hidup ini akan berakhir dan kapan amal kita terputus.
Jangan merasa cukup dengan amal yang telah dilakukan, tetapi teruslah berusaha meningkatkan kualitas ibadah dan keikhlasan.
BACA JUGA: Ketika Setiap Umat Mengikuti Sesembahannya pada Hari Kiamat
Bayangkan betapa berharganya setiap kesempatan berbuat baik ketika manusia kelak berdiri di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan amalnya.
Karena itu, jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan menambah bekal menuju akhirat.
Semoga Allah menghidupkan hati kita dengan keimanan, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan keselamatan pada hari kiamat.[]