Salah satu peristiwa menggetarkan pada Hari Kiamat adalah ketika manusia diperintahkan mengikuti apa yang dahulu mereka sembah. Pada saat itu, hakikat keyakinan yang mereka pegang di dunia akan tampak jelas, dan tidak ada sesembahan batil yang mampu menyelamatkan para pengikutnya.
Setiap Umat Dipanggil
Dalam hadis sahih, Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa pada Hari Kiamat akan ada seruan agar setiap umat mengikuti sesembahannya.
Orang-orang yang dahulu menyembah berhala dan sesembahan selain Allah akan mengikuti apa yang mereka sembah, lalu berakhir menuju neraka. Setelah mereka pergi, tersisalah orang-orang yang dahulu menyembah Allah, baik yang saleh maupun yang durhaka, serta sebagian Ahli Kitab yang masih tersisa (HR. Bukhari no. 4581 dan Muslim no. 183).
Hadis tersebut juga menceritakan bagaimana sebagian Ahli Kitab ditanya tentang keyakinan mereka. Mereka menyebut sesembahan yang mereka anggap memiliki kedudukan ilahi. Keyakinan itu dibantah karena Allah Mahasuci dari memiliki istri maupun anak.
BACA JUGA: Lima Pertanyaan Besar di Hari Kiamat yang Tak Bisa Dihindari
Sesembahan Batil Tidak Memberi Pertolongan
Dalam hadis tersebut, mereka kemudian meminta minum karena kehausan. Namun, mereka diarahkan menuju sesuatu yang tampak seperti air, padahal itu adalah neraka. Mereka pun terjerumus ke dalamnya.
Peristiwa ini memperlihatkan betapa sia-sianya menggantungkan ibadah kepada selain Allah. Sesembahan yang dahulu diagungkan tidak mampu memberi manfaat, apalagi menyelamatkan pengikutnya dari hukuman Allah.
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An-Nisa’: 48).
Ayat ini menegaskan besarnya bahaya syirik. Karena itu, seorang Muslim harus menjaga kemurnian tauhid dan menjauhi segala bentuk peribadatan kepada selain Allah.
BACA JUGA: Perkara Pertama yang Akan Diputuskan pada Hari Kiamat
Pelajaran bagi Kehidupan Dunia
Kisah tersebut bukan sekadar gambaran tentang peristiwa akhirat, melainkan peringatan bagi manusia selama masih hidup. Apa yang dicintai, diagungkan, dan diikuti seseorang dapat menunjukkan ke mana arah ketaatannya.
Namun, hadis ini tidak berarti setiap orang yang berdosa otomatis disamakan dengan orang yang menyekutukan Allah. Dalam riwayat itu, orang-orang yang menyembah Allah masih tersisa, baik yang saleh maupun yang durhaka. Nasib akhir setiap hamba berada di bawah keputusan dan keadilan Allah.
Karena itu, jangan menunda memperbaiki keyakinan dan amal. Jadikan Allah satu-satunya yang berhak disembah, ikuti petunjuk Rasulullah ﷺ, dan mohonlah agar diteguhkan di atas tauhid hingga akhir hayat.
Wallahu a’lam. []
SUMBER: ISLAMQA
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

