Setiap manusia tentu memiliki catatan amal yang berisi berbagai perbuatan selama hidup di dunia. Ada kebaikan yang dilakukan dengan penuh kesadaran, ada pula kesalahan yang mungkin disesali setelah berlalu. Namun, rahmat dan ampunan Allah jauh lebih luas daripada dosa-dosa hamba-Nya.
Dua hadis berikut mengingatkan kita tentang besarnya karunia Allah kepada hamba yang dikehendaki-Nya. Hadis pertama menggambarkan ampunan Allah terhadap seorang hamba, sedangkan hadis kedua menjelaskan keutamaan zikir dan rasa takut kepada-Nya. Keduanya menjadi dorongan agar kita tidak meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun.
BACA JUGA: Tiga Perkara agar Amal Kebaikan Menjadi Sempurna
Ampunan Allah atas Catatan Amal Seorang Hamba
Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dalam kitab al-Jana’iz, dari Anas bin Malik رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah dua malaikat naik menghadap Allah dengan membawa catatan amal seorang hamba, yang pada awal dan akhir catatannya terdapat kebaikan, melainkan Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku menjadikan kalian berdua sebagai saksi bahwa sesungguhnya Aku telah mengampuni hamba-Ku atas dosa-dosa yang terdapat di antara kedua ujung catatannya.’”
Hadis ini menggambarkan luasnya rahmat dan ampunan Allah. Kebaikan yang dilakukan seorang hamba dapat menjadi sebab datangnya ampunan Allah atas kesalahan-kesalahan yang pernah dikerjakannya.
Namun, ampunan tetap merupakan hak Allah yang diberikan berdasarkan rahmat dan kehendak-Nya. Hadis ini bukan alasan untuk meremehkan dosa atau sengaja bermaksiat dengan harapan akan diampuni.
Justru, seorang muslim hendaknya berusaha mengawali dan mengakhiri kehidupannya dengan kebaikan. Memperbanyak amal saleh, menjaga keikhlasan, dan segera bertobat ketika melakukan kesalahan merupakan bagian dari kesungguhan seorang hamba dalam mengharapkan ampunan Allah.
Keutamaan Zikir dan Rasa Takut kepada Allah
Dalam riwayat lain, Abu ‘Isa at-Tirmidzi meriwayatkan dari Anas bin Malik رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
يَقُولُ اللهُ: أَخْرِجُوا مِنَ النَّارِ مَنْ ذَكَرَنِي يَوْمًا، أَوْ خَافَنِي فِي مَقَامٍ
“Allah berfirman, ‘Keluarkanlah dari neraka orang yang pernah mengingat-Ku pada suatu hari atau takut kepada-Ku dalam suatu keadaan.’”
Abu ‘Isa at-Tirmidzi menilai hadis ini sebagai hasan gharib.
Hadis ini menunjukkan keutamaan zikir dan rasa takut kepada Allah. Mengingat Allah bukan sekadar mengucapkan kalimat-kalimat zikir, tetapi juga menghadirkan kesadaran bahwa Allah senantiasa mengetahui keadaan hamba-Nya.
Demikian pula rasa takut kepada Allah bukanlah ketakutan yang membuat seseorang berputus asa. Sebaliknya, rasa takut tersebut mendorongnya menjauhi larangan, meninggalkan kemaksiatan, dan berusaha menaati perintah-Nya.
Orang yang mengingat Allah akan berusaha menjaga dirinya dari perbuatan yang mendatangkan murka-Nya. Ketika berada dalam keadaan yang membuka peluang untuk bermaksiat, ia mengingat pengawasan Allah dan memilih untuk menahan diri.
Jangan Meremehkan Amal Kebaikan
Kedua hadis ini mengajarkan bahwa amal kebaikan memiliki kedudukan yang besar di sisi Allah. Zikir, rasa takut kepada-Nya, dan berbagai bentuk ketaatan hendaknya menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim.
Jangan menunggu menjadi orang yang sempurna untuk mulai memperbanyak kebaikan. Mulailah dengan menjaga salat, membiasakan zikir, membaca Al-Qur’an, beristigfar, dan menjauhi dosa sedikit demi sedikit.
Apabila terjatuh dalam kesalahan, jangan berputus asa dari rahmat Allah. Segeralah bertobat dan memperbaiki diri. Sebab, seorang hamba senantiasa membutuhkan ampunan dan kasih sayang Rabb-nya.
BACA JUGA: Mengenal Amalan Sunnah dalam Bersuci dan Keutamaan Shalat Tasbih
Penutup
Catatan amal kita berada dalam pengetahuan Allah. Tidak ada kebaikan maupun keburukan yang luput dari perhitungan-Nya. Karena itu, jangan meremehkan satu pun amal saleh, meskipun terlihat kecil.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang senantiasa mengingat-Nya, takut melanggar larangan-Nya, dan bersungguh-sungguh dalam melakukan kebaikan. Semoga pula Allah mengampuni dosa-dosa kita dengan rahmat-Nya dan menyelamatkan kita dari siksa neraka.[]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

