Istigfar bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi pengakuan seorang hamba atas dosa dan kekurangannya di hadapan Allah.
Dalam kesibukan hidup, terkadang kita lupa bahwa hati juga membutuhkan istigfar sebagaimana tubuh membutuhkan makanan.
Kita sering mencari ketenangan ke berbagai tempat, padahal salah satu jalan mendekat kepada ketenangan adalah kembali memohon ampun kepada Allah.
Rasulullah ﷺ, manusia yang telah diampuni dosa-dosanya, tetap beristigfar kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari. (HR. Bukhari)
BACA JUGA: Doa dan Dzikir yang Dibaca Setelah Bangun Tidur
Jika Rasulullah ﷺ begitu tekun beristigfar, seharusnya kita yang penuh kekurangan lebih bersungguh-sungguh dalam memohon ampun.
Istigfar mengajarkan kita untuk tidak merasa suci dan tidak membanggakan amal yang telah dilakukan.
Setiap manusia pernah berbuat salah, tetapi sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertobat.
Allah berfirman dalam Surah Nuh ayat 10–12 tentang ajakan Nabi Nuh kepada kaumnya untuk memohon ampun kepada Allah.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah Maha Pengampun dan menyebutkan berbagai karunia-Nya, termasuk hujan, harta, dan keturunan.
Namun, istigfar bukanlah sekadar ucapan yang diulang tanpa penyesalan dan keinginan untuk memperbaiki diri.
Istigfar yang sungguh-sungguh hendaknya disertai penyesalan, meninggalkan dosa, dan tekad untuk tidak mengulanginya.
Saat hati terasa gelisah, perbanyaklah istigfar sambil memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia.
Ketika rezeki terasa sempit, jangan hanya mengeluh, tetapi periksalah diri dan mohonlah ampun kepada Allah.
Jangan pula menjadikan istigfar sebagai hitungan dagang untuk memaksa Allah memenuhi setiap keinginan kita.
Ibnu Taimiyah menjelaskan pentingnya istigfar dan tobat bagi seorang hamba dalam perjalanan memperbaiki diri dan mendekat kepada Allah.
Biasakanlah mengucapkan Astaghfirullah setelah salat, di pagi hari, pada malam hari, dan ketika menyadari kesalahan.
Jangan menunggu menjadi orang baik untuk beristigfar, sebab istigfar adalah salah satu jalan untuk memperbaiki diri.
Jangan pula menunda tobat hanya karena merasa dosa terlalu banyak, sebab rahmat Allah sangat luas bagi hamba yang kembali kepada-Nya.
BACA JUGA: Jangan Pernah Tinggalkan Doa
Setiap istigfar hendaknya membuat kita semakin rendah hati, lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih lembut kepada sesama.
Semoga lisan kita senantiasa basah dengan istigfar dan hati kita selalu rindu untuk kembali kepada Allah.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, perbaikilah hati kami, dan bimbinglah kami agar istiqamah dalam ketaatan kepada-Mu.[]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

