Home » Apakah Ada Keburukan dalam Takdir Allah? Memahami Hikmah di Balik Musibah

Apakah Ada Keburukan dalam Takdir Allah? Memahami Hikmah di Balik Musibah

by haura nurbani
0 comments 51 views

Dalam kehidupan, setiap manusia pasti pernah menghadapi berbagai ujian, kesulitan, dan musibah. Ada kalanya kita merasa berat menerima kenyataan, terutama ketika sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. Namun, sebagai seorang muslim, kita perlu memahami bahwa segala sesuatu berada dalam ketetapan Allah dan di balik setiap ketetapan-Nya terdapat hikmah yang mungkin belum kita ketahui.

Lantas, apakah keburukan juga terdapat dalam takdir Allah? Bagaimana kita memahami musibah yang menimpa manusia dan kaitannya dengan hikmah Allah?

Pertanyaan: Apakah di Dalam Takdir Allah Ada Keburukan?

Jawaban:Tidak ada keburukan di dalam takdir Allah. Keburukan itu hanya pada sesuatu yang ditakdirkan.

Sebagaimana diketahui, manusia ketika mendapat musibah, setelah itu justru bisa mendapat kebaikan. Kebaikan adalah baik dan musibah adalah keburukan. Akan tetapi, keburukan itu bukan dalam perbuatan Allah.

BACA JUGA: Musibah Dapat Menghapuskan Dosa, Sabar Meninggikan Derajat, dan Ihtisab Mendatangkan Pahala

Yakni, perbuatan dan takdir Allah bukanlah sesuatu yang buruk. Keburukan itu terdapat pada makhluk Allah, bukan pada perbuatan Allah. Allah tidak menakdirkan keburukan kecuali untuk suatu kebaikan.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. ar-Ruum ayat 41:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.”

Ayat ini menjelaskan sebab terjadinya kerusakan. Adapun hikmahnya, Allah berfirman: “Agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. ar-Ruum: 41).

BACA JUGA: Ikutilah Kebaikan dan Jauhi Keburukan

Dengan demikian, musibah-musibah itu tidak selalu berarti tidak ada kebaikan di dalamnya. Oleh karena itu, keburukan tidak boleh disandarkan kepada Allah, tetapi disandarkan kepada hasil perbuatan dan makhluk.

Keburukan itu bisa dilihat dari satu sisi, sedangkan kebaikan dapat dilihat dari sisi yang lain. Sesuatu bisa menjadi buruk dilihat dari gangguan yang ditimbulkannya, tetapi dapat mengandung kebaikan karena akibat baik yang ditimbulkannya.

Allah berfirman: “Agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. ar-Ruum: 41).

Sumber: Majmuu’ Fataawaa asy-Syaikh, 2/108. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119