‘Urwah bin az-Zubair bin al-Awwam adalah salah seorang ulama besar dari generasi tabi‘in yang lahir sekitar tahun 22 Hijriah di Madinah. Ia berasal dari keluarga mulia. Ayahnya adalah Zubair bin al-Awwam, salah seorang sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang termasuk dalam sepuluh orang yang dijanjikan surga. Ibunya adalah Asma binti Abu Bakar, putri dari Abu Bakar ash-Shiddiq.
Bibinya adalah Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, yang kelak menjadi guru utama baginya dalam bidang hadis dan fiqih. Dari keluarganya yang sarat dengan iman dan ilmu inilah ‘Urwah tumbuh menjadi ulama yang berwibawa.
BACA JUGA: Mutiara Nasihat dari Hudzaifah bin Yaman
وَعَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ: قَالَ عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ رُبَّ كَلِمَةِ ذُلَّ احْتَمَلْتُهَا أَوْرَثَتْنِي عِرًّا طَوِيلًا.
Dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya berkata, Urwah bin Zubair berkata, “Betapa banyak aku menahan diri untuk mengucapkan sebuah kalimat yang hina, kemudian hal itu mewariskan kemuliaan yang berkepanjangan.” (11/85).
BACA JUGA: Mutiara Nasihat Abdullah bin Amru bin Ash
قَالَ : إِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يَعْمَلُ الْحَسَنَةَ فَاعْلَمْ أَنَّ لَهَا عِنْدَهُ أَخَوَاتُ، وَإِذَا رَأَيْتَهُ يَعْمَلُ السَّيِّئَةَ فَاعْلَمْ أَنَّ لَهَا عِنْدَهُ أَخَوَاتُ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ تَدُلُّ عَلَى أُخْتِهَا، وَإِنَّ السَّيِّئَةَ تَدُلُّ عَلَى أُخْتِهَا.
Urwah bin Zubair berkata, “Jika engkau melihat seseorang melakukan kebaikan, ketahuilah bahwa kebaikannya itu pasti memiliki banyak saudara. Dan jika engkau melihatnya melakuka kejelekan, ketahuilah bahwa kejelekannya itu pasti memiliki banyak saudara. Karena sesungguhnya sebuah kebaikan itu menunjukkan kepada saudaranya (kebaikan yang lain), dan kejelekan menunjukkan kepada saudaranya (kejelekan yang lain).” (11/85).
قَالَ عُرْوَةُ لِبَنِيْهِ : يَا بُنَيَّ تَعَلَّمُوا فَإِنَّكُمْ إِنْ تَكُونُوا صِغَارَ قَوْمٍ عَسَى أَنْ تَكُونُوا كِبَارَهُمْ وَاسَوْأَتَاهُ مَاذَا أَقْبَحُ مِنْ شَيْجٍ جاهل.
Urwah berkata kepada putra-putranya, “Duhai anak-anakku, belajarlah karena jika kalian adalah orang-orang yang berusia muda di sebuah kaum, boleh jadi kalian akan menjadi pembesar mereka. Alangkah buruknya, adakah yang lebih buruk dari orang tua yang bodoh?” (11/85). []
Sumber: Ensklopedia Hikmah / Penulis: Ibnul Andil Bari El-“Afifi / Penerbit: Kuttab / Cetakan 1, 2021
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

