Jangan merasa bahwa setiap kesalahan kepada saudara kita akan selesai hanya dengan beristighfar kepada Allah.
Ada dosa yang berkaitan dengan hak manusia dan tidak cukup diselesaikan hanya dengan taubat kepada Allah.
Jika kita pernah menzalimi saudara kita, merendahkan kehormatannya, menyakiti hatinya, atau mengambil haknya, segeralah meminta maaf dan memohon agar ia menghalalkannya.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang telah melakukan kezaliman terhadap saudaranya, berupa pelanggaran terhadap kehormatannya atau selainnya, hendaknya dia meminta kehalalan dari saudaranya pada hari ini, sebelum tidak ada lagi dinar atau dirham.” (HR. Bukhari).
BACA JUGA: Banyak Memaafkan, Tanda Orang yang Berakal
Hadis ini mengingatkan kita bahwa kesempatan memperbaiki kesalahan tidak selamanya terbuka.
Hari ini kita masih bisa menemui orang yang pernah kita sakiti dan meminta maaf kepadanya.
Namun kelak akan datang hari ketika harta tidak lagi dapat digunakan untuk menyelesaikan urusan manusia.
Pada hari itu, yang tersisa adalah amal kebaikan dan keburukan yang pernah kita lakukan.
Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa orang yang memiliki kezaliman terhadap saudaranya akan menghadapi perhitungan atas kezalimannya tersebut.
Karena itu, jangan pertahankan gengsi hanya karena merasa berat mengucapkan, “Maafkan saya.”
Jangan pula merasa terlalu tinggi untuk mengakui kesalahan kepada orang yang pernah kita sakiti.
Bisa jadi satu kalimat permintaan maaf hari ini menyelamatkan kita dari penyesalan yang panjang di akhirat.
Jika kita pernah menggunjing, memfitnah, mencela, menuduh, atau merusak kehormatan seorang Muslim, jangan menganggapnya sebagai perkara ringan.
Segeralah bertaubat kepada Allah dan perbaiki hak orang yang telah kita zalimi sesuai tuntunan syariat.
Demikian pula ketika seseorang meminta maaf dengan tulus, berusahalah membuka pintu maaf dan tidak terus menyimpan dendam.
BACA JUGA: Jangan Meminta Kembali Hibah yang Telah Diberikan
Allah Ta’ala berfirman, “Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada, tidakkah kalian suka bahwa Allah mengampuni kalian?” (QS. An-Nur: 22).
Jangan menunggu sakit hati menjadi semakin dalam sebelum kita berdamai.
Jangan menunggu kematian datang sebelum kita menyelesaikan urusan dengan sesama.
Saudaraku, selesaikanlah kezalimannya hari ini, minta maaflah hari ini, dan maafkanlah hari ini jika mampu.
Sebab ketika hari akhir tiba, tidak ada lagi kesempatan untuk mengembalikan hak dengan dinar dan dirham.
Yang kita butuhkan saat itu adalah keselamatan dari Allah dan catatan amal yang bersih dari kezaliman kepada sesama. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

