Judi bukan sekadar permainan.
Judi adalah dosa yang dilarang Allah dengan tegas.
Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu beruntung.” (Al-Ma’idah: 90)
Perhatikan perintah Allah: “Maka jauhilah.”
Bukan sekadar jangan menang.
Bukan sekadar jangan terlalu sering.
Tetapi jauhi.
Jangan mendekati jalan yang mengantarkan kepada judi.
BACA JUGA: Hukum Meminjam Barang Haram, Bolehkah?
Judi memiliki banyak bentuk. Dahulu mungkin dikenal dengan kartu, dadu, atau taruhan dalam sebuah permainan. Hari ini, bentuknya bisa jauh lebih beragam.
Taruhan pertandingan.
Slot online.
Kasino digital.
Game dengan taruhan uang.
Undian berbayar yang mengandung unsur perjudian.
Bahkan sesuatu yang dikemas dengan istilah “cuan cepat”, “prediksi”, atau “modal kecil, hadiah besar” tetap harus diperhatikan hakikatnya.
Jangan tertipu oleh nama.
Lihat mekanismenya.
Jika seseorang mempertaruhkan harta untuk mendapatkan keuntungan berdasarkan keberuntungan atau spekulasi yang tidak dibenarkan, maka seorang Muslim harus berhati-hati.
Allah menjelaskan bahaya judi, “Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran minuman keras dan berjudi, serta menghalangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat. Maka tidakkah kamu mau berhenti?” (Al-Ma’idah: 91)
Judi tidak hanya menghabiskan uang.
Judi dapat menghabiskan ketenangan.
Menghancurkan kepercayaan keluarga.
Mendorong seseorang berutang.
Membuat seseorang berbohong.
Bahkan membuat seseorang terus mengejar kekalahan dengan harapan mendapatkan kembali uang yang telah hilang.
Awalnya mungkin hanya mencoba.
“Sekali saja.”
“Sedikit saja.”
“Hanya untuk hiburan.”
Namun, setan tidak selalu mengajak manusia kepada dosa dengan cara yang terlihat menakutkan.
Kadang ia membuat dosa terlihat kecil.
Kemudian menjadi kebiasaan.
Kemudian menjadi kebutuhan.
Dan akhirnya menjadi belenggu.
Saudaraku, rezeki yang baik tidak perlu dicari melalui jalan yang Allah haramkan.
Jangan mencari kekayaan dengan mempertaruhkan harta.
Jangan mengejar keuntungan dengan merugikan diri sendiri dan orang lain.
Jangan berharap hidup berubah dengan keberuntungan semu.
Allah telah membuka banyak pintu rezeki yang halal.
Bekerja.
Berdagang.
Berkarya.
Bersedekah.
Belajar.
Bersabar.
Dan bertawakal kepada Allah.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan umatnya agar tidak bermain dengan sesuatu yang dapat menyeret kepada perjudian. Beliau bersabda, “Barang siapa berkata kepada kawannya, ‘Kemarilah, kita berjudi,’ maka hendaklah ia bersedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Lihat bagaimana Islam menutup jalan menuju judi.
Bukan hanya melarang pelakunya.
Bahkan ajakan untuk berjudi pun mendapatkan peringatan.
Maka, jangan pernah merasa aman hanya karena nominalnya kecil.
Jangan merasa halal hanya karena dilakukan secara online.
Jangan merasa ringan hanya karena banyak orang melakukannya.
Yang haram tetap haram, meskipun dikemas dengan teknologi dan menjadi sesuatu yang populer.
Jika pernah terjatuh, berhentilah.
Jangan menunggu sampai seluruh harta habis.
Jangan menunggu keluarga kehilangan kepercayaan.
Jangan menunggu hati menjadi keras.
Bertaubatlah kepada Allah.
BACA JUGA: Hukum Bermain Catur dan Kartu
Tinggalkan perjudian.
Putuskan aksesnya.
Jauhi lingkungan yang mengajak kepadanya.
Dan carilah rezeki melalui jalan yang halal.
Sebab, harta yang sedikit tetapi halal jauh lebih menenangkan daripada harta banyak yang diperoleh melalui jalan yang Allah murkai.
Jauhi semua bentuk judi.
Bukan karena kita takut kehilangan kesempatan untuk menang.
Tetapi karena kita takut kehilangan keberkahan hidup.
Sebab, kemenangan terbesar bukanlah mendapatkan uang dari sebuah taruhan.
Kemenangan terbesar adalah ketika kita mampu meninggalkan sesuatu yang Allah haramkan demi mencari ridha-Nya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

