Dzikir bukan hanya tentang banyaknya ucapan yang keluar dari lisan.
Dzikir adalah tanda bahwa hati seorang hamba memiliki hubungan yang kuat dengan Allah.
Namun, bagaimana kita mengetahui bahwa seseorang termasuk orang yang banyak mengingat Allah?
Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah menjelaskan bahwa para ulama memiliki ukuran tertentu dalam masalah ini.
Menurut beliau, standar minimal agar seorang Muslim termasuk orang yang banyak berdzikir adalah ia senantiasa merutinkan dzikir-dzikir yang terikat dengan waktu dan kondisi, atau yang dikenal dengan istilah dzikir muqayyad.
BACA JUGA: Tanda Sehatnya Iman
Dzikir muqayyad adalah dzikir yang dianjurkan pada waktu atau keadaan tertentu.
Misalnya, seorang Muslim membiasakan diri membaca dzikir pada awal siang atau pagi hari dan akhir siang atau sore hari.
Ia tidak melewatkan waktu-waktu tersebut tanpa mengingat Allah.
Ketika hendak tidur, ia juga memiliki amalan dzikir yang dibaca sebelum memejamkan mata.
Ketika melaksanakan shalat, ia berdzikir di dalamnya dan tidak berhenti mengingat Allah setelah salam.
Demikian pula ketika keluar dan masuk rumah.
Ada doa dan dzikir yang diajarkan untuk keadaan tersebut.
Ketika hendak makan, ia mengingat Allah dengan menyebut nama-Nya.
Ketika selesai makan, ia kembali memuji Allah atas nikmat makanan yang telah diberikan.
Begitu pula dalam berbagai keadaan lainnya.
Inilah yang menarik.
Orang yang banyak berdzikir bukan berarti hanya orang yang duduk lama di atas sajadah sambil menghitung tasbih.
Seorang Muslim dapat menghidupkan dzikir sepanjang hari melalui sunnah-sunnah yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bangun tidur berdzikir.
Masuk kamar mandi membaca doa yang diajarkan.
Keluar rumah mengingat Allah.
Memulai pekerjaan dengan menyebut nama-Nya.
Selesai makan memuji-Nya.
Menjelang tidur kembali berdzikir.
Hari-harinya pun dipenuhi dengan mengingat Allah.
Para ulama telah mengumpulkan berbagai dzikir tersebut dalam kitab-kitab dzikir dan pembahasan amalan sehari semalam.
Karena itu, jangan menganggap dzikir sebagai amalan yang hanya dilakukan ketika memiliki waktu luang.
Justru dzikir seharusnya menjadi bagian dari kehidupan seorang Muslim.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
Perintah tersebut mengajarkan bahwa mengingat Allah bukan amalan musiman.
BACA JUGA: Urutan Tanda-tanda Besar Menjelang Kiamat
Ia adalah kebiasaan.
Ia adalah kebutuhan hati.
Semakin seseorang membiasakan dzikir dalam berbagai keadaan, semakin mudah pula lisannya mengingat Allah.
Maka, jangan menunggu hati menjadi khusyuk untuk mulai berdzikir.
Mulailah berdzikir, dan mintalah kepada Allah agar hati kita menjadi hidup karenanya.
Sebab hati yang selalu mengingat Allah tidak akan mudah merasa benar-benar sendirian.
Ada Allah yang selalu ia ingat.
Dan ada Allah yang selalu menjadi tempat ia kembali. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

