Banyak orang mengira kebahagiaan terletak pada banyaknya harta, tingginya jabatan, rumah yang besar, atau kehidupan yang serba mewah.
Padahal, belum tentu semua itu membuat seseorang benar-benar bahagia.
Ibnu Hibban rahimahullah berkata:
“Barang siapa diberi tiga hal dari dunia ini, maka sungguh ia telah memperoleh dunia secara sempurna: keamanan, kecukupan pangan, dan kesehatan.”
(Raudhatul ‘Uqala, hlm. 386)
Tiga nikmat tersebut sering kali baru terasa mahal ketika seseorang kehilangannya.
BACA JUGA: Hadist: Hina dan Rendahnya Dunia
1. Keamanan
Keamanan adalah nikmat yang sangat besar. Seseorang dapat tidur dengan tenang, pergi dan pulang tanpa rasa takut, serta beraktivitas bersama keluarganya dengan nyaman.
Ketika keamanan hilang, harta yang banyak pun tidak selalu terasa nikmat.
Karena itu, jangan meremehkan kesempatan untuk hidup dalam keadaan aman. Nikmat tersebut bukan sesuatu yang otomatis ada. Ia adalah karunia Allah yang patut disyukuri.
2. Kecukupan Pangan
Makanan yang tersedia setiap hari juga merupakan nikmat besar.
Terkadang manusia terlalu sibuk mencari makanan yang mahal hingga lupa bersyukur atas makanan yang cukup.
Padahal, bisa makan dengan tenang, memiliki air untuk minum, dan tidak mengalami kelaparan adalah nikmat yang luar biasa.
Allah Ta‘ala mengingatkan bangsa Quraisy tentang nikmat ini:
“Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.”
(QS. Quraisy: 4)
Perhatikan, Allah menyebut makanan dan keamanan sebagai dua nikmat besar.
3. Kesehatan
Kesehatan sering menjadi nikmat yang paling mudah dilupakan.
Ketika tubuh sehat, kita bisa berjalan, bekerja, beribadah, membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, dan berkumpul bersama keluarga.
Namun, ketika sakit datang, banyak aktivitas yang sebelumnya dianggap biasa tiba-tiba menjadi sesuatu yang sangat berharga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Maka jangan menunggu sakit untuk menghargai kesehatan.
Jangan menunggu kehilangan keamanan untuk menyadari betapa berharganya ketenteraman.
BACA JUGA: Berlaku Bijak terhadap Kenikmatan
Jangan menunggu kelaparan untuk menghargai sepiring makanan.
Terkadang kita merasa belum memiliki banyak hal, padahal Allah telah memberikan nikmat yang sangat besar kepada kita.
Keamanan membuat kita tenang.
Kecukupan pangan membuat kita kuat.
Kesehatan membuat kita mampu beramal.
Jika ketiganya Allah kumpulkan dalam kehidupan kita, maka sungguh kita sedang menikmati salah satu bentuk kekayaan dunia yang paling besar.
Karena itu, perbanyaklah bersyukur.
Jangan hanya menghitung apa yang belum kita miliki. Sesekali, hitunglah nikmat yang setiap hari kita nikmati tanpa kita sadari.
Bisa tidur dengan aman, makan dengan cukup, dan bangun dalam keadaan sehat—itu sudah merupakan kekayaan yang sangat besar. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

