Islam adalah agama yang menekankan akhlak mulia, termasuk dalam menyikapi kesalahan orang lain. Sebagai seorang Muslim yang bertakwa, kita dianjurkan untuk menempuh jalan yang penuh kesabaran dan kelapangan dada. Setidaknya ada tiga sikap utama yang dituntunkan oleh Al-Qur’an dan dicontohkan oleh para ulama salaf ketika menghadapi perlakuan buruk atau kesalahan orang lain: menahan amarah, memaafkan, dan berbuat baik.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 134: “(Yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran: 134).
Ayat ini menunjukkan keutamaan tiga sikap tersebut. Menahan amarah bukan berarti tidak merasa marah sama sekali, melainkan mampu menguasai diri agar tidak melampiaskan amarah dengan cara yang dilarang syariat. Memaafkan adalah langkah yang lebih tinggi, yakni menghapus rasa dendam dari hati. Sedangkan berbuat baik kepada orang yang berbuat salah kepada kita adalah tingkatan yang paling mulia.
BACA JUGA: 10 Cerminan Akhlak Mulia
Imam Hasan al-Bashri rahimahullah pernah berkata, “Bukanlah kesabaran itu ketika engkau tidak mampu berbuat apa-apa, tetapi kesabaran adalah ketika engkau mampu membalas, namun engkau memilih untuk memaafkan.”
Perkataan beliau ini menggambarkan betapa besar kedudukan memaafkan dalam Islam. Memaafkan adalah tanda kekuatan iman dan kematangan jiwa, bukan kelemahan.
Melawan Tekad untuk Tidak Berbuat Baik
Ada kalanya seseorang yang disakiti memutuskan untuk tidak lagi berbuat baik kepada orang yang telah bersalah kepadanya. Bahkan ia berani bersumpah untuk tidak memberi bantuan atau kebaikan lagi. Namun Al-Qur’an mengingatkan bahwa sikap seperti ini bukanlah sikap seorang mukmin yang mengharapkan ampunan Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat An-Nur ayat 22:
“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS An-Nur: 22).
Ayat ini turun terkait kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu yang bersumpah tidak akan lagi membantu Mistah bin Utsatsah karena terlibat dalam fitnah terhadap putrinya, Aisyah radhiyallahu ‘anha. Namun setelah turunnya ayat ini, Abu Bakar memaafkan dan tetap memberikan bantuan kepada Mistah.
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, “Tidaklah seseorang memaafkan orang lain, kecuali Allah akan menambah kemuliaannya di dunia dan akhirat.”
Dengan memaafkan, bukan hanya kita mendapatkan kedamaian hati, tetapi juga memperoleh cinta dan ampunan dari Allah Ta’ala.
BACA JUGA: Kemuliaan Jiwa dalam Tiga Perkara: Renungan dari Nasihat Imam asy-Syafi’iy rahimahullah
Mengapa Kita Harus Memaafkan?
Al-Qur’an mengajarkan bahwa memaafkan bukan sekadar untuk kebaikan orang lain, tetapi lebih utama untuk kebaikan diri sendiri. Ketika kita memaafkan, hati kita menjadi lapang, terhindar dari penyakit hati seperti dendam dan hasad. Memaafkan juga menjadi sebab datangnya ampunan Allah, sebagaimana firman-Nya: “Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?”
Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah juga berkata, “Berbuat baik kepada orang yang menyakitimu adalah kemenangan atas setan dan nafsu.”
Inilah hakikat jihad terbesar, yaitu melawan hawa nafsu dan setan yang membisikkan kita untuk membalas dengan keburukan.
Penutup
Menahan amarah, memaafkan, dan berbuat baik kepada orang yang bersalah adalah ajaran Islam yang sangat agung. Jalan ini memang berat, tetapi inilah jalan yang paling dicintai Allah. Setiap langkah menuju kebaikan ini akan berbalas rahmat dan ampunan dari-Nya.
Semoga kita dimampukan untuk meneladani akhlak para salafus shalih dalam menghadapi ujian hati ini, sehingga kita menjadi hamba yang mulia di sisi Allah dan manusia. Aamiin. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

