Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصَّلَاةِ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلَاةَ.
“Barang siapa yang mendapatkan satu rakaat dari shalat, maka sungguh dia telah mendapatkan shalat tersebut.”
📘 (HR. Al-Bukhari no. 580 dan Muslim no. 607)
Saudaraku, salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah syariat yang mudah dan penuh hikmah. Islam tidak dibangun di atas kesulitan, tetapi di atas kemudahan yang tetap menjaga kesempurnaan ibadah. Hadits yang mulia ini menjadi salah satu bukti nyata dari kemudahan tersebut.
BACA JUGA: Syarat Sah Shalat
Rasulullah Muhammad ﷺ menjelaskan bahwa seseorang yang berhasil mendapatkan satu rakaat bersama imam berarti ia telah mendapatkan shalat berjamaah itu. Maksud mendapatkan satu rakaat adalah ia sempat mengikuti imam dalam keadaan ruku’ sebelum imam bangkit dari ruku’. Apabila ia telah mendapatkan ruku’ tersebut dengan sempurna, maka rakaat itu dihitung baginya.
Hadits ini sering menjadi penjelasan bagi seseorang yang datang terlambat ke masjid. Tidak sedikit orang yang berlari tergesa-gesa karena khawatir kehilangan shalat berjamaah. Padahal Rasulullah Muhammad ﷺ juga mengajarkan agar seseorang datang menuju shalat dengan tenang dan penuh wibawa, bukan dengan tergesa-gesa.
Selama ia masih sempat mendapatkan imam pada satu rakaat, maka ia tetap memperoleh shalat berjamaah. Setelah imam mengucapkan salam, ia tinggal menyempurnakan rakaat yang tertinggal.
Namun, hadits ini bukanlah alasan untuk sengaja datang terlambat. Justru seorang Muslim diperintahkan untuk bersegera memenuhi panggilan adzan, datang sebelum iqamah, serta berusaha mendapatkan takbiratul ihram bersama imam. Keutamaan berdiri sejak awal shalat tentu lebih besar daripada sekadar mendapatkan rakaat terakhir.
Saudaraku, perhatikan pula bagaimana syariat Islam begitu menghargai usaha seorang hamba. Seseorang yang telah bersungguh-sungguh menuju masjid, meskipun hanya mendapatkan satu rakaat bersama imam, tetap diberi pahala berjamaah. Ini menunjukkan luasnya rahmat Allah dan besarnya karunia-Nya kepada orang-orang yang menjaga shalat.
BACA JUGA: Bolehkah Langsung Beranjak Setelah Shalat Selesai?
Karena itu, jangan mudah berputus asa ketika terlambat. Selama imam belum selesai shalat, bersegeralah masuk ke dalam shaf dengan tenang. Ikutilah imam sesuai keadaannya, baik sedang berdiri, ruku’, sujud, maupun duduk. Jangan menunggu hingga imam selesai, karena bisa jadi Allah masih memberikan kepadamu keutamaan berjamaah.
Di sisi lain, jangan pula merasa puas hanya dengan mendapatkan rakaat terakhir. Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk lebih awal berangkat ke masjid. Betapa indahnya apabila kita dapat menjawab adzan, menunggu iqamah, merapatkan shaf, lalu memulai shalat bersama imam sejak takbir pertama. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

