Di antara keindahan syariat yang diajarkan Rasulullah Muhammad ﷺ adalah sikap sederhana dalam menggunakan nikmat Allah, termasuk ketika bersuci. Wudhu dan mandi bukan hanya ibadah yang menyucikan jasmani, tetapi juga menjadi sarana mendidik hati agar tidak berlebihan dalam memanfaatkan karunia-Nya.
Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan terbaik tentang bagaimana seorang muslim bersikap hemat tanpa mengurangi kesempurnaan ibadahnya.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكِ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ.
Artinya: “Rasulullah ﷺ berwudhu dengan air sebanyak satu mudd, dan mandi dengan air sebanyak satu sha’ hingga lima mudd.”
(HR. Al-Bukhari no. 201 dan Muslim no. 325)
BACA JUGA: Penyebab Mandi
Satu mudd diperkirakan setara dengan sekitar 688 ml air, yakni kurang lebih seukuran satu botol air mineral kemasan yang banyak dijumpai saat ini. Dengan jumlah air yang tidak sampai satu liter, Rasulullah ﷺ telah menyempurnakan wudhunya. Bahkan jika kita memiliki air sebanyak 1,5 liter, secara ukuran sudah cukup untuk berwudhu sekitar dua kali sebagaimana kebiasaan beliau.
Adapun untuk mandi, Rasulullah ﷺ menggunakan air sebanyak satu sha’ hingga lima mudd, yaitu sekitar 2,7 hingga 3,5 liter air menurut ukuran yang masyhur di kalangan ulama. Jumlah ini tentu jauh lebih sedikit dibandingkan kebiasaan banyak orang pada masa sekarang yang dapat menghabiskan puluhan bahkan ratusan liter air hanya untuk sekali mandi.
Hadits ini mengajarkan bahwa kesempurnaan ibadah tidak diukur dari banyaknya air yang digunakan, tetapi dari benar atau tidaknya tata cara yang dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Air yang sedikit tetap mencukupi apabila digunakan dengan bijaksana dan tidak berlebihan.
BACA JUGA: Tata Cara Mandi Junub
Sikap hemat air juga merupakan bentuk syukur kepada Allah. Nikmat yang sering dianggap sepele ini sesungguhnya sangat berharga. Di berbagai tempat, masih banyak saudara-saudara kita yang harus bersusah payah mendapatkan air bersih. Karena itu, seorang muslim hendaknya menjaga nikmat tersebut dan tidak menghamburkannya.
Para ulama juga menjelaskan bahwa berlebih-lebihan dalam menggunakan air ketika bersuci termasuk perkara yang tercela, bahkan meskipun air tersedia sangat banyak. Tujuan bersuci adalah menghilangkan hadas dan najis, bukan membiarkan hawa nafsu menyukai sikap berlebihan. Oleh sebab itu, Rasulullah ﷺ menjadi teladan dalam kesederhanaan, baik dalam makan, berpakaian, beribadah, maupun menggunakan air. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

