Allah Ta’ala menurunkan Al-Qur’an bukan hanya sebagai petunjuk bagi manusia, tetapi juga sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Di dalamnya terdapat obat bagi hati yang sakit, jiwa yang gelisah, serta ketenangan bagi mereka yang mencari petunjuk dan kebenaran.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang berada dalam dada, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
📖 (QS. Yunus: 57)
Menafsirkan ayat ini, Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan syifa’ (obat) dalam ayat tersebut mencakup obat bagi penyakit jiwa dan juga penyakit jasmani.
BACA JUGA: 4 Tahapan Menikmati Bacaan Quran
Beliau berkata:
“الشفاء يشمل شفاء القلوب من الشكوك والنفاق وغير ذلك، وقد يكون شفاءً للأبدان إذا رُقي به المريض.”
“Obat tersebut mencakup obat bagi penyakit hati seperti keraguan, kemunafikan, dan berbagai penyakit lainnya. Al-Qur’an juga dapat menjadi obat bagi jasmani apabila digunakan untuk meruqyah orang yang sakit.”
Penjelasan ini menunjukkan keluasan manfaat Al-Qur’an. Ia menjadi obat bagi hati yang dipenuhi syubhat, keraguan, kegelisahan, kesedihan, hasad, riya, ujub, dan berbagai penyakit batin lainnya. Semakin dekat seseorang dengan Al-Qur’an, semakin bersih pula hatinya dari penyakit-penyakit tersebut.
Banyak orang mencari ketenangan dengan berbagai cara, namun melupakan sumber ketenangan yang paling agung, yaitu firman Allah. Padahal Allah Ta’ala telah berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
📖 (QS. Ar-Ra’d: 28)
Selain menjadi obat bagi jiwa, Al-Qur’an juga dapat menjadi sebab kesembuhan fisik melalui ruqyah syar’iyyah. Hal ini telah ditunjukkan dalam berbagai hadis Nabi ﷺ, di antaranya kisah para sahabat yang meruqyah seseorang dengan membaca Surah Al-Fatihah hingga Allah menyembuhkannya.
Namun perlu dipahami bahwa kesembuhan datang dari Allah semata. Al-Qur’an adalah sebab yang diberkahi, sedangkan yang menyembuhkan hakikatnya adalah Allah Ta’ala.
BACA JUGA:
Oleh karena itu, ketika hati dilanda kegelisahan, ketika iman melemah, atau ketika tubuh sedang diuji dengan sakit, jangan jauh dari Al-Qur’an. Perbanyak membaca, mentadabburi, menghafal, dan mengamalkannya. Jadikan Al-Qur’an sebagai teman dekat dalam kehidupan sehari-hari.
Para ulama salaf dahulu menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber kekuatan mereka. Ketika menghadapi kesulitan, mereka kembali kepada Al-Qur’an. Ketika menghadapi keraguan, mereka kembali kepada Al-Qur’an. Ketika hati terasa keras, mereka kembali kepada Al-Qur’an.
Maka sungguh beruntung orang yang menjadikan Al-Qur’an sebagai penuntun hidupnya. Sebab di dalamnya terdapat petunjuk, rahmat, cahaya, dan obat bagi segala penyakit yang menghalangi seorang hamba dari kedekatan dengan Rabbnya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

