Renovasi Ka’bah hampir usai. Pekerjaan yang tersisa hanya menempatkan Hajar Aswad. Orang-orang Quraisy bertikai tentang siapa yang paling berhak meletakkannya ke tempat semula.
Semua orang merasa paling berhak menempatkan Hajar Aswad. Saking sengitnya, pertikaian tersebut berlangsung selama empat atau lima malam. Kian lama makin meruncing, hingga hampir terjadi peperangan yang dahsyat di Tanah Haram.
Ini tidak mengherankan, karena Hajar Aswad merupakan batu mulia, sehingga kabilah yang mendapat kesempatan meletakkannya akan mendapatkan kemuliaan dan terangkat derajatnya di antara kabilah lainnya.
BACA JUGA: Penyesalan Sang Kakek
Mujur, Umayyah bin Mughirah al-Makhzümi menengahi dan menawarkan solusi bijak. Dia mengusulkan kepada orang-orang Quraisy dengan cara memilih orang yang paling dahulu memasuki pintu di antara mereka. Orang itulah yang berhak meletakkan Hajar Aswad. Tawaran ini disetujui oleh semua kabilah.
Tak berapa lama setelah usulan itu diterima, Muhammad tiba-tiba saja masuk. Ketika orang-orang Quraisy melihatnya, mereka menyambut dengan teriakan, “Inilah al-Ambul Kami rela! Inilah Muhammad!”
Mereka pun menceritakan persoalan yang terjadi kepada Muhammad. Beliau lalu memberikan solusi. la meminta sebuah selendang dan meletakkan Hajar Aswad tepat di tengahnya. Muhamman kemudian meminta semua pemimpin kabilah memegang ujung selendang dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
BACA JUGA: Di Depan Pendeta Bahîrâ
Setelah selendang dibawa ke tempat yang telah ditentukan, Muhammad mengambil Hajar Aswad dengan tangannya dan meletakkannya di tempat semula. Semua kabilah merasa puas dengan cara tersebut.
Perselisihan tentang siapa yang harus meletakkan Hajar Aswad itu hampir menyebab kan konflik fisik antara kabilah Abd ad-Dar dan Bani ‘Adi. Kedua kabilah itu telah menyediakan baskom besar berisi darah. Lalu secara bersama-sama, mereka mencelupkan tangan mereka ke dalam baskom itu. Mereka bersumpah untuk berperang sampai titik darah penghabisan. Kondisi gawat dan membahayakan itu akhirnya dapat diatasi dengan kedatangan Muhammad. []
Sumber: The Great Story of Muhammad ﷺ : Referensi Lengkap Hidup Rasulullah ﷺ dari Sebelum Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir / Penyusun: Ahmad Hatta, dkk. / Penerbit: Maghfirah Pustaka / Cetakan Keenam, September 2016
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

