Beriman kepada adanya timbangan amal (mizan) pada hari kiamat termasuk bagian dari akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Kaum muslimin meyakini bahwa seluruh amal manusia akan ditimbang oleh Allah Ta’ala dengan penuh keadilan. Tidak ada satu amal pun yang luput, baik sebesar biji sawi maupun lebih kecil dari itu.
Syaikh Muhammad bin Shalih Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa perkataan Ibnu Taimiyah tentang “timbangan-timbangan dipasang” secara lahiriah menunjukkan bahwa mizan memiliki bentuk nyata, bukan sekadar makna abstrak. Timbangan tersebut benar-benar ada sebagaimana timbangan yang dikenal manusia, memiliki dua sisi, ada yang lebih berat dan ada yang lebih ringan.
Hal ini didasarkan pada kaidah penting dalam memahami Al-Qur’an dan sunnah, yaitu bahwa setiap lafaz dibawa kepada makna zahir yang dikenal manusia, kecuali ada dalil yang memalingkannya dari makna tersebut. Kata “mizan” dalam bahasa Arab sejak dahulu dipahami sebagai alat timbang yang nyata. Karena itu, tidak boleh menakwilkannya menjadi sekadar simbol keadilan tanpa dalil yang kuat.
BACA JUGA: Yaumul Mizan dan Yaumul Hisab
Allah Ta’ala berfirman: “Kami akan memasang timbangan-timbangan yang tepat pada hari kiamat.” (QS. Al-Anbiya: 47)
Ayat ini menunjukkan adanya timbangan yang benar-benar dipasang pada hari kiamat. Demikian pula dalam hadits Nabi ﷺ disebutkan bahwa ada amal yang sangat berat di timbangan, dan ada pula manusia yang ringan timbangannya karena sedikit amal salehnya.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai Ar-Rahman: Subhanallahi wabihamdihi, Subhanallahil ‘azhim.” (HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)
Imam Al-Qurthubi juga menjelaskan bahwa para ulama Ahlus Sunnah sepakat mizan pada hari kiamat adalah timbangan hakiki yang memiliki dua daun timbangan. Melalui mizan itu, Allah menampakkan keadilan-Nya kepada seluruh makhluk.
BACA JUGA: Jumhal Mizan di Akhirat
Sebagian ulama menerangkan bahwa yang ditimbang bisa berupa catatan amal, amal itu sendiri, atau pelaku amalnya. Semua itu tidak mustahil bagi Allah Ta’ala. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa seorang hamba yang bertubuh kecil dapat lebih berat timbangannya daripada gunung karena keimanan dan ketakwaannya.
Dengan demikian, pendapat yang paling kuat adalah bahwa mizan pada hari kiamat merupakan timbangan nyata dan hakiki, bukan sekadar simbol atau ungkapan abstrak tentang keadilan Allah. Ini merupakan bagian dari perkara gaib yang wajib diimani sebagaimana datang dalam Al-Qur’an dan sunnah.
Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Prahara Padang Mahsyar – Ulasan Mendalam tentang Peristiwa Pengumpulan Manusia di Padang Mahsyar, Huru-Hara Kiamat, Hisab, Mizan, Telaga, Shirath, Syafaat, & Fatwa-Fatwa tentang Akhirat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi /Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

