Pertanyaan: Telah datang dalam hadits yang shahih: “Tempat tidur itu milik suami kemudian milik isteri, yang ketiga milik tamu dan yang keempat milik syetan” Apakah maksud hadits ini?
Jawaban: Maknanya bahwa Rasulullah memperingatkan dari berlebih-lebihan dan mengambil hal-hal yang melebihi yang lazim. Lebih-lebih pada zaman seperti zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Banyak manusia yang membutuhkan harta yang akan mereka pergunakan dalam perkara yang lebih bermanfaat dan lebih penting.
BACA JUGA:
Hanya saja disandarkan kepada syetan karena hal itu termasuk berlebih-lebihan.
Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ولا تُسْرِقُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ المشرفين
“Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. al-A’raaf: 31)
BACA JUGA: Sejauh Mana Keshahihan Hadits: “Orang yang Pandai Adalah Orang yang Mampu Menundukkan Nafsunya”
Dan juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala
إِنَّ الْمُبَشِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينَ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا {٢٧}
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan dan syetan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” (QS. al-Israa’: 27)
(Liqaa’aat al-Baabil Maftuuh no. 359) []
Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

