Home KajianTalbis Iblis terhadap para Pemilik Harta

Talbis Iblis terhadap para Pemilik Harta

Bagi orang waras, kaya hati itu lebih baik daripada kaya harta keutamaan diri itu terletak pada jiwa bukan pada keadaan harta

by Abu Umar
0 comments 45 views

Iblis menipu pada pemilik harta melalui empat aspek.

Pertama, cara mendapat harta. Sehingga mereka tidak peduli dengan cara apa harta itu didapatkan. Maka praktik ribawi dominan dalam sebagian besar muamalah mereka, hingga mereka begitu akrab dengan riba. Bahkan mayoritas muamalah mereka menyimpang dari ijma.

Kedua, kikir harta. Di antara mereka ada yang tidak mau mengeluarkan zakat sama sekali karena mengandalkan ampunan. Ada yang mengeluarkan sebagian zakat, namun setelah itu kalah oleh sifat kikir hingga menyangka bahwa zakat yang dikeluarkan pasti membela mereka.

BACA JUGA:  Talbis Iblis atas Orang Awam hingga Bersandar pada Ibadah Sunnah dan Menyia-nyiakan Ibadah Wajib

Ada yang mencari akal guna menggugurkan kewajiban zakat, seperti dengan menghibahkan harta untuk orang lain sebelum haul lalu diminta kembali setelahnya. Atau memberi sehelai baju kepada seorang fakir yang dihargai 10 dinar, padahal harga aslinya 2 dinar, dan orang bodoh ini pun mengira sudah bebas dari tanggungan. Atau, mengeluarkan barang berkualitas buruk sebagai pengganti dari barang yang berkualitas baik.

Atau, dengan memberikan zakat kepada pekerja yang jasanya dia pergunakan selama setahun penuh, padahal zakat yang dia berikan itu tidak lain merupakan upah si pekerja. Ada juga yang mengeluarkan zakat sebagaimana mestinya, namun Iblis membisikkan: “Kamu tidak mempunyai tanggungan lagi.” sehingga yang bersangkutan tidak bersedekah karena cinta harta.

Akibatnya, dia kehilangan pahala sedekah, dan harta miliknya menjadi milik orang lain.

Ketiga, menumpuk harta. Hingga orang yang banyak harta mengira dirinya itu lebih baik daripada orang miskin. Ini merupakan kebodohan. Karena keutamaan itu diukur berdasarkan keutamaan jiwa pribadi, bukan berdasarkan kebendaan yang dikumpulkan olehnya. Ini sebagaimana diungkapkan seorang penyair:

Bagi orang waras, kaya hati itu lebih baik daripada kaya harta keutamaan diri itu terletak pada jiwa bukan pada keadaan harta

Keempat, membelanjakan harta. Di antara mereka ada yang membelanjakan harta secara boros, berlebih-lebihan. Terkadang ada yang menggunakannya untuk mendirikan bangunan yang melebihi kebutuhan, memperindah pagar, menghias rumah, serta membuat gambar-gambar.

BACA JUGA:  Talbis Iblis atas Orang Awam Terkait Majelis Dzikir

Kadang ada yang menggunakannya untuk membeli pakaian yang menjadikan pemakainya bersikap sombong atau angkuh. Adakalanya ada yang menggunakan harta yang dia miliki untuk membeli makan yang amat banyak sampai dianggap berlebih-lebihan.

Tindakan-tindakan seperti di atas tidak terlepas dari keharaman ataupun kemakruhan. Dan, sang pelaku akan dimintai pertanggungjawaban atas semua itu. []

Sumber: Al-Muntaqa An-Nafis min Talbîs Iblîs (Talbis Iblis – Tipu Daya dan Perangkap Iblis ddalam Upaya Menjerumuskan Manusia Ke Jurang Kehancuran / Penulis: Ibnul Jauzi / Penerbit: : Dar Ibnul Jauzi Riyadh KSA / Cet. I 1429 Η / Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Keenam Jumadil Ula 1442 H / Desember 2020 M

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119