Rezeki bukan hanya soal banyaknya angka dalam rekening. Rezeki itu luas: kesehatan, ketenangan, keluarga yang harmonis, anak-anak yang saleh, hati yang lapang, dan keberkahan dalam harta.
Penjelasan Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه الله
Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه الله berkata bahwa makna “dibentangkan rezekinya” adalah:
Allah meluaskan rezekinya, baik secara hakiki dengan bertambahnya harta, atau secara maknawi dengan keberkahan, kecukupan, dan manfaat pada harta tersebut.
📚 [Fathul Bari, 10/415]
Maka tidak sedikit orang yang penghasilannya besar, tetapi hidupnya sempit, penuh masalah, banyak utang, dan hilang ketenangan. Sebaliknya, ada orang yang hartanya sederhana, tetapi penuh kecukupan dan keberkahan. Salah satu sebabnya adalah baiknya hubungan dengan keluarga.
BACA JUGA: Silaturahmi: Sebab Lapangnya Rezeki dan Panjangnya Umur
Silaturahmi Adalah Tanda Ketakwaan
Perkataan Ibnu ‘Umar di atas juga mengajarkan satu hal penting: silaturahmi berkaitan erat dengan takwa.
مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ…
“Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturahmi…”
Ini menunjukkan bahwa orang yang benar ketakwaannya tidak akan mudah memutus hubungan keluarga hanya karena emosi sesaat, persoalan dunia, atau luka hati yang belum selesai. Justru ia berusaha menahan diri, memaafkan, mengalah, dan menjaga ikatan darah yang Allah perintahkan untuk disambung.
Allah Ta’ala berfirman:
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan.” [QS. An-Nisa: 1]
Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga hubungan kekerabatan adalah bagian dari perintah takwa.
Salaf Sangat Menjaga Hubungan Keluarga
Para ulama salaf sangat perhatian dalam masalah ini. Mereka memahami bahwa silaturahmi bukan sekadar formalitas ketika hari raya, tetapi ibadah yang terus dijaga.
Perkataan Mujahid رحمه الله
Mujahid رحمه الله berkata:
صلة الرحم تزيد في العمر
“Silaturahmi menambah umur.” [Al-Adab Al-Mufrad, Bab Fadhli Shilatur Rahim]
Perkataan Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله
Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله mengatakan bahwa menyambung silaturahmi termasuk amalan yang paling cepat mendatangkan balasan kebaikan di dunia, sebelum balasan akhirat.
Maknanya, seseorang bisa segera melihat buah dari kebaikan ini dalam kehidupannya: hati menjadi lunak, hubungan membaik, urusan dipermudah, dan rezeki diberkahi.
Silaturahmi Bukan Menunggu Dibalas
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah seseorang hanya mau menyambung hubungan jika pihak keluarga juga berbuat baik kepadanya. Padahal, silaturahmi yang sejati bukanlah sekadar membalas kebaikan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
“Bukanlah orang yang menyambung silaturahmi itu yang sekadar membalas, tetapi orang yang apabila hubungan kekerabatannya diputus, ia tetap menyambungnya.” [HR. Bukhari no. 5991]
Inilah ukuran silaturahmi yang sesungguhnya: tetap berbuat baik meski tidak selalu diperlakukan baik. Tentu ini berat, tetapi justru di situlah letak pahala dan kemuliaannya.
Bentuk Silaturahmi di Zaman Sekarang
Silaturahmi tidak harus selalu berupa kunjungan besar atau hadiah mahal. Banyak bentuk sederhana yang bisa dilakukan, di antaranya:
Menghubungi orang tua, saudara, paman, bibi, atau kerabat
Menanyakan kabar mereka
Membantu saat mereka membutuhkan
Mendoakan mereka
Mengunjungi ketika ada kesempatan
Menahan lisan dari ucapan yang menyakitkan
Memaafkan kesalahan keluarga
Tidak memutus hubungan hanya karena perkara dunia
Kadang hanya dengan sebuah pesan singkat, sapaan hangat, atau bantuan kecil, Allah bukakan pintu keberkahan yang besar.
BACA JUGA: Akibat Memutus Silaturahmi
Penutup
Silaturahmi adalah amalan yang ringan dilakukan, namun besar pahalanya dan luas manfaatnya. Ia menjadi sebab lapangnya rezeki, panjangnya umur, bertambahnya cinta dalam keluarga, dan datangnya keberkahan hidup.
Di zaman ini, banyak orang sibuk memperluas relasi di luar, tetapi justru renggang dengan keluarga sendiri. Padahal, keberkahan sering kali dimulai dari rumah, dari orang tua, dari saudara, dari kerabat yang Allah titipkan di sekitar kita.
Maka, siapa pun yang ingin hidupnya lebih berkah, rezekinya lebih lapang, dan umurnya lebih bermanfaat, hendaknya ia bersungguh-sungguh menjaga tali silaturahmi.
Jangan tunggu momen besar untuk memperbaiki hubungan. Bisa jadi, satu pesan, satu telepon, satu kunjungan, atau satu permintaan maaf menjadi sebab turunnya rahmat Allah dalam hidup kita. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

