Ramadhan bukan bulan biasa.
Ia adalah musim kebaikan.
Kesempatan emas yang tidak selalu datang dua kali.
Orang yang paham, akan bersungguh-sungguh.
Hasan al-Basri pernah berkata,
“Sesungguhnya Allah menjadikan Ramadhan sebagai arena perlombaan bagi hamba-Nya dalam ketaatan. Maka ada yang menang dan ada yang kalah.”
Renungkan.
Ramadhan adalah perlombaan.
Bukan waktu bermalas-malasan.
Bukan bulan sekadar menahan lapar.
BACA JUGA: Hukum Puasa Ramadhan bagi Sopir yang Bepergian
Dalam perlombaan, ada yang serius berlatih.
Ada yang santai.
Hasilnya pasti berbeda.
Lalu datang peringatan keras dari Ibn Rajab,
“Barang siapa yang tidak mendapat ampunan di bulan Ramadhan, maka kapan lagi dia akan mendapat ampunan?”
Ini kalimat yang mengguncang.
Ramadhan penuh rahmat.
Pintu surga dibuka.
Pintu neraka ditutup.
Setan dibelenggu.
Kalau di bulan seperti ini kita masih jauh dari ampunan,
apa yang kita harapkan di bulan lain?
Kemudian Sufyan al-Thawri mengingatkan,
“Doa di bulan Ramadhan adalah senjata orang beriman yang paling ampuh.”
Banyak orang kuat secara fisik.
Tapi lemah dalam doa.
Padahal doa adalah kekuatan sejati.
BACA JUGA: 2 Jihad di Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa.
Saat sahur.
Saat berbuka.
Di sepertiga malam.
Sekarang tanyakan pada diri sendiri.
Sedang berlomba atau justru tertinggal?
Sedang memohon ampun atau lalai?
Sedang berdoa atau sibuk dengan hal yang sia-sia?
Ramadhan tidak menunggu kita siap.
Ia berjalan terus.
Yang cerdas adalah yang memanfaatkannya.
Jangan jadi penonton dalam perlombaan ini.
Jadilah pemenang. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

