Bulan Ramadhan bukan sekadar waktu menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bulan perjuangan, bulan latihan kesabaran, dan medan jihad melawan hawa nafsu. Setiap muslim yang menjalani Ramadhan dengan sungguh-sungguh sejatinya sedang berjuang memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah.
اعلَمْ أنَّ المؤمنَ يجتَمعُ له في شَهر رمضَان جهادَان لنَفْسِه: جهادٌ بالنَّهار على الصِّيام ،وجهادٌ باللَّيل على القِيام . فمَن جمعَ بينَ هذَيْن الجهادَيْن، ووَفَّى بحُقُوقهما، وصَبَر عليهما، وفَّى أجرَه بغَير حسَابٍ
Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah menjelaskan bahwa seorang mukmin di bulan Ramadhan mengumpulkan dua bentuk jihad sekaligus. Pertama, jihad di siang hari dengan berpuasa. Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari amarah, menjaga lisan, menundukkan pandangan, serta mengendalikan seluruh anggota badan dari perbuatan dosa. Inilah bentuk perjuangan nyata melawan keinginan diri yang seringkali condong pada kelalaian.
BACA JUGA: Hukum Puasa Ramadhan bagi Sopir yang Bepergian
Kedua, jihad di malam hari dengan menegakkan shalat malam atau qiyam Ramadhan. Setelah seharian menahan diri, seorang mukmin kembali melawan rasa lelah dan kantuk untuk berdiri dalam shalat, membaca ayat-ayat Al-Qur’an, dan bermunajat kepada Rabb-nya. Kesungguhan bangun di malam hari menunjukkan kecintaan dan harapan besar akan ampunan serta rahmat Allah.
Ibnu Rajab menegaskan bahwa siapa saja yang mampu menggabungkan dua jihad ini, menunaikan hak-haknya, serta bersabar dalam menjalankannya, maka ia akan mendapatkan pahala yang sempurna tanpa perhitungan. Ini adalah keutamaan besar yang menunjukkan betapa agungnya nilai kesabaran dan kesungguhan di bulan Ramadhan.
BACA JUGA: Tanda Diterimanya Amal Ramadhan: Istiqamah dalam Kebaikan
Karena itu, seorang muslim hendaknya memandang Ramadhan sebagai kesempatan emas. Jangan hanya berpuasa secara lahir, tetapi juga hidupkan malam-malamnya dengan ibadah. Seimbangkan antara kesabaran di siang hari dan kesungguhan di malam hari.
Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk menunaikan dua jihad di bulan Ramadhan dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba yang meraih pahala tanpa batas. Aamiin. []
SUMBER: SHAHIH FIQIH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

