Shalat tarawih adalah ibadah agung di bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang menegakkan shalat pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Lalu muncul pertanyaan. Bagaimana jika seseorang tidak shalat tarawih pada satu malam atau lebih? Apakah ia masih mendapatkan keutamaan tersebut?
Tarawih dianjurkan sepanjang Ramadhan
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam hadits adalah menegakkan qiyam Ramadhan selama bulan tersebut. Baik dilakukan di masjid secara berjamaah atau di rumah sendirian.
BACA JUGA: Kapan Batas Shalat Tarawih?
Semakin rutin seseorang melaksanakannya, semakin sempurna keutamaannya.
Sebagian ulama, seperti As-San’ani dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, menegaskan bahwa makna “qiyam Ramadhan” mencakup keseluruhan malam dari awal hingga akhir bulan.
Jika terlewat karena uzur
Bagi orang yang meninggalkan tarawih karena sakit, safar, kelelahan berat, atau halangan lain yang syar’i, ia tetap bisa berharap mendapatkan pahala yang sempurna.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jika seorang hamba sakit atau bepergian, maka dicatat baginya pahala seperti ketika ia beramal dalam keadaan sehat dan mukim.”
(HR. Al-Bukhari)
Artinya, jika biasanya ia rajin tarawih dan berniat melakukannya, namun terhalang, maka Allah tetap menuliskan pahalanya.
Jika ditinggalkan karena malas
Berbeda halnya jika tarawih ditinggalkan karena malas atau meremehkannya. Dalam kondisi ini, ia tidak termasuk dalam keutamaan besar yang disebutkan dalam hadits.
Karena keutamaan tersebut diperuntukkan bagi orang yang bersungguh-sungguh menegakkan qiyam Ramadhan dengan iman dan harapan pahala.
Lakukan semampunya
Tarawih tidak harus lama. Bisa dilakukan beberapa rakaat saja. Bisa di masjid. Bisa juga di rumah jika ada kesibukan atau kendala.
Yang terpenting adalah istiqamah dan menjaga semangat ibadah sepanjang Ramadhan.
BACA JUGA: Shalat Tahajjud di Bulan Ramadhan Sudah Diganti Shalat Tarawih?
Kesimpulan
Jika tarawih terlewat karena uzur, tetap ada harapan meraih keutamaannya. Namun jika ditinggalkan karena malas, maka keutamaannya terlewat.
Maka, berusahalah untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan semampu kita. Sedikit tetapi rutin, lebih dicintai Allah daripada banyak namun terputus.
Wallahu a’lam. []
RUJUKAN: ISLAMQA
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

