Dalam kehidupan berjamaah, kita tak terlepas dari interaksi harian bersama para ikhwan. Terkadang, di antara saudara kita ada yang mengalami masalah bau badan—sebuah perkara yang mungkin terasa sensitif untuk dibicarakan, namun penting untuk kebaikan bersama. Islam mengajarkan agar kita saling menasihati dalam kebaikan dengan cara yang penuh adab dan kelembutan.
Perlu dipahami bahwa bau badan dapat mengganggu kenyamanan ibadah, kebersamaan dalam majelis ilmu, dan interaksi sosial. Hal ini termasuk dalam adab menjaga hak sesama Muslim. Rasulullah ﷺ bersabda: “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzhaliminya dan tidak boleh membiarkannya tersakiti.” (HR. Bukhari dan Muslim). Termasuk menyakiti adalah membiarkan ia berada dalam keadaan yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain.
BACA JUGA: Hukum Muslimah yang Menggunakan Wangi-wangian
Para ulama salaf sangat menekankan pentingnya saling menasihati dengan cara yang terbaik. Imam Al-Fudail bin ‘Iyadh berkata, “Seorang mukmin menasihati dengan lembut dan rahasia, sedangkan orang fasik menegur dengan kasar dan terang-terangan.” Perkataan ini menjadi dasar adab ketika kita ingin menyampaikan sesuatu yang dapat menyentuh perasaan saudara kita, termasuk masalah bau badan.
Bagaimana cara menyampaikan nasihatnya?
Pertama, lakukan dengan rahasiakan, jangan di depan orang lain. Pilih waktu yang baik dan suasana yang tenang.
Kedua, gunakan bahasa lembut dan penuh kasih sayang, bukan sindiran ataupun penghinaan.
Ketiga, sertakan solusi praktis, misalnya menyarankan penggunaan deodorant, mencuci pakaian lebih rutin, atau memeriksa kesehatan jika diperlukan.
Keempat, tanamkan niat karena Allah, bukan karena ingin menjatuhkan.
BACA JUGA: Jangan Pernah Menilai Seseorang dengan Melihat Masa Lalunya
Imam Asy-Syafi’i pernah berkata, “Barangsiapa menasihatimu secara rahasia, maka ia telah memperbaiki dirimu. Dan barangsiapa menasihatimu secara terang-terangan, maka ia telah mempermalukanmu.” Kalimat ini sangat tepat untuk dipraktikkan dalam situasi seperti ini.
Menghadapi bau badan bukan hanya soal kenyamanan fisik, tetapi juga tentang menjaga persaudaraan, hormat, dan kasih sayang. Jangan sampai karena sungkan, kita membiarkan saudara kita menjadi bahan pembicaraan negatif di belakangnya.
Sampaikan dengan hikmah, dan insyaAllah nasihat itu akan menjadi sebab kebaikan bagi dirinya, dan pahala bagi kita. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

