Home KajianOrang yang Bangkrut (Muflis) di Akhirat, Siapa Saja?

Orang yang Bangkrut (Muflis) di Akhirat, Siapa Saja?

Bangkrut di dunia belum tentu celaka. Namun bangkrut di akhirat adalah kehancuran sejati.

by Abu Umar
0 comments 161 views

Banyak orang mengira kebangkrutan hanyalah soal harta.
Usaha gagal, tabungan habis, dan utang menumpuk.
Padahal dalam Islam, ada kebangkrutan yang jauh lebih mengerikan.
Yaitu bangkrut di akhirat.

Bangkrut di dunia masih bisa diupayakan.
Namun bangkrut di akhirat, tidak ada lagi kesempatan memperbaiki.

Siapakah Orang yang Disebut Muflis?

Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepada para sahabat:

“Tahukah kalian siapa orang yang muflis?”

Para sahabat menjawab, “Orang yang muflis di antara kami adalah yang tidak memiliki dirham dan harta.”

BACA JUGA: Orang yang Paling Buruk di Sisi Allah

Lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya orang yang muflis dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa karena pernah mencaci orang ini, menuduh orang itu, memakan harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka kebaikannya diberikan kepada orang-orang yang ia zalimi. Jika kebaikannya habis sebelum dosanya terbayar, dosa-dosa mereka dipindahkan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)

Inilah definisi muflis menurut Islam.
Bukan orang tanpa amal.
Tetapi orang yang amalnya habis sebelum ia selamat.

Ciri-Ciri Orang yang Bangkrut di Akhirat

Pertama, rajin ibadah tapi meremehkan hak manusia.
Ia shalat dan puasa.
Namun lisannya menyakiti.
Tangannya menzalimi.
Dan hartanya diambil dengan cara yang batil.

Kedua, mudah mencela dan merendahkan orang lain.
Ghibah, fitnah, dan hinaan dianggap ringan.
Padahal setiap kata bisa menjadi sebab berpindahnya pahala.

Ketiga, merasa amalnya banyak sehingga merasa aman.
Ia yakin shalatnya cukup.
Sedekahnya banyak.
Namun lupa bahwa kezaliman bisa menghapus semuanya.

Keempat, tidak meminta maaf dan tidak menyelesaikan urusan di dunia.
Padahal hak manusia tidak gugur hanya dengan taubat.
Ia harus dikembalikan atau dimaafkan.

Mengapa Bangkrut di Akhirat Sangat Berbahaya?

Karena di akhirat tidak ada lagi uang.
Tidak ada tebusan.
Tidak ada kesempatan amal tambahan.

Satu-satunya alat pembayaran adalah pahala.
Dan jika pahala habis, dosa orang lain ditimpakan.

Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
“Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap hari berlalu, sebagian dari dirimu ikut pergi.”

Betapa ruginya jika hari-hari itu diisi ibadah, namun hasilnya diberikan kepada orang lain karena kezaliman kita.

Cara Agar Tidak Termasuk Orang yang Muflis

Pertama, jaga lisan sebelum menjaga amal.
Karena banyak orang celaka bukan karena kurang ibadah, tetapi karena lisannya.

Kedua, berhati-hati dalam muamalah.
Urusan utang, janji, dan amanah jangan diremehkan.

BACA JUGA: Keutamaan Orang yang Melangkahkan Kaki ke Masjid

Ketiga, segera minta maaf dan mengembalikan hak.
Selagi masih di dunia.
Selagi pintu taubat masih terbuka.

Keempat, perbanyak doa agar diselamatkan dari kezaliman.
Karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.

Penutup

Bangkrut di dunia belum tentu celaka.
Namun bangkrut di akhirat adalah kehancuran sejati.

Semoga Allah menjaga amal kita.
Membersihkan hati dan lisan kita.
Dan menyelamatkan kita dari menjadi orang yang muflis di hari perhitungan.

Aamiin.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119