Home IbadahShalat Sunnah di Rumah: JalanMenjaga Keikhlasan

Shalat Sunnah di Rumah: JalanMenjaga Keikhlasan

Ketika seorang hamba shalat tanpa ada yang melihat, tanpa ada yang memuji, ia benar-benar sedang berdiri di hadapan

by Abu Umar
0 comments 174 views

Shalat merupakan ibadah yang paling agung dalam Islam. Ia adalah rukun Islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat. Kedudukannya begitu tinggi hingga Rasulullah ﷺ menyebut shalat sebagai tiang agama. Siapa yang menegakkannya, berarti ia telah menegakkan agama; dan siapa yang merobohkannya, berarti ia meruntuhkan fondasi keislamannya sendiri.

Allah Ta’ala mewajibkan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Kewajiban ini menjadi ukuran pertama dalam hisab seorang hamba kelak di hari kiamat. Karena itulah para ulama salaf sangat menjaga shalat wajib, baik dari sisi waktu, kekhusyukan, maupun pelaksanaannya secara berjamaah di masjid bagi kaum laki-laki.

BACA JUGA: Waktu Shalat Sunnah Shubuh

Namun Islam tidak berhenti pada shalat wajib semata. Kita juga dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah sebagai bentuk penyempurna kekurangan shalat wajib. Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Tidaklah seorang hamba mendekat kepada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya setelah yang wajib, kecuali dengan amalan sunnah.”

Berbeda dengan shalat wajib yang lebih utama dilakukan di masjid, shalat sunnah justru dianjurkan untuk dikerjakan di rumah. Rasulullah ﷺ bersabda:

فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ

“Sungguh, sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Anjuran ini bukan berarti melarang shalat sunnah di masjid, tetapi menunjukkan bahwa mengerjakannya di rumah lebih utama. Rumah yang hidup dengan shalat sunnah adalah rumah yang bercahaya. Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Rumah yang tidak digunakan shalat di dalamnya, seperti kuburan bagi penghuninya.”

BACA JUGA:  Haruskan Berpindah Posisi atau Bergeser Jika Ingin Shalat Sunnah setelah Shalat Fardhu?

Lebih dari itu, shalat sunnah yang dikerjakan secara tersembunyi memiliki keutamaan besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلَاةُ الرَّجُلِ تَطَوُّعًا حَيْثُ لَا يَرَاهُ النَّاسُ تَعْدِلُ صَلَاتَهُ عَلَى أَعْيُنِ النَّاسِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ

“Shalat sunnah seseorang yang dilakukan tanpa dilihat manusia, pahalanya menyamai shalat yang dilakukan di hadapan manusia sebanyak dua puluh lima derajat.” (Shahih al-Jami’: 3821)

Inilah jalan menjaga keikhlasan. Ketika seorang hamba shalat tanpa ada yang melihat, tanpa ada yang memuji, ia benar-benar sedang berdiri di hadapan Rabb-nya. Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Ikhlas adalah ketika engkau tidak peduli dipuji atau dicela manusia.”

Semoga Allah Ta’ala menjaga keikhlasan kita dalam setiap ibadah, menghidupkan rumah-rumah kita dengan shalat sunnah, dan meneguhkan hati kita untuk terus menjaga shalat wajib maupun sunnah hingga akhir hayat. Aamiin. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119