Home MuhasabahHiduplah di Dunia Seperti Seorang Pengembara

Hiduplah di Dunia Seperti Seorang Pengembara

Pada akhirnya, orang yang paling cerdas bukanlah yang paling kaya, paling pandai, atau paling berhasil menurut ukuran dunia.

by Abu Umar
0 comments 33 views

Dalam sebuah hadits agung yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah memegang kedua pundaknya dan memberi nasihat yang begitu ringkas namun sangat dalam maknanya: “Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau seorang pengembara.” Nasihat yang sangat singkat, tetapi mencakup seluruh sikap hidup seorang mukmin dalam memandang dunia dan akhirat.

Seorang asing tidak menetap selamanya. Seorang pengembara hanya singgah sebentar untuk melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir. Begitulah seharusnya seorang muslim memandang dunia: tempat persinggahan sementara yang tidak layak dijadikan tujuan utama. Ketika seseorang menyadari bahwa dunia ini hanyalah lintasan, ia tidak akan terpedaya oleh gemerlapnya, dan tidak pula merasa aman dari datangnya ajal yang setiap saat bisa menghampiri.

BACA JUGA:  Jadilah Orang yang Hanya Singgah di Dunia Ini

Ibnu Umar sendiri kemudian menasihati generasi setelahnya dengan kalimat yang tak kalah menggugah: “Jika engkau berada di sore hari, jangan menunggu pagi; dan jika engkau berada di pagi hari, jangan menunggu sore. Manfaatkanlah kesehatanmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu.” Ini adalah seruan untuk bergegas dalam kebaikan, tidak menunda amal, serta selalu siap menghadapi kematian yang tidak mengenal waktu.

Hadits ini mengajarkan bahwa kehidupan dunia sangat singkat, sehingga setiap detik layak diisi dengan sesuatu yang bernilai untuk akhirat. Seorang mukmin hendaknya memanfaatkan kesehatannya untuk memperbanyak ibadah, mengisi waktunya dengan amal saleh, dan tidak terbiasa menunda-nunda. Penundaan adalah pintu kelalaian, sementara kelalaian adalah awal dari penyesalan yang datang terlambat.

Zuhud terhadap dunia bukan berarti meninggalkan dunia, tetapi tidak menjadikannya tujuan. Ulama salaf sering mengingatkan bahwa dunia hanyalah kendaraan bagi orang yang berjalan menuju akhirat. Siapa yang terlalu sibuk memperindah kendaraannya, akan lambat mencapai tujuan. Sebaliknya, siapa yang memanfaatkan kendaraannya dengan benar, ia akan selamat sampai tujuan dengan membawa banyak bekal.

Hadits ini juga mengingatkan agar berhati-hati dalam memilih teman. Seorang pengembara tidak ingin perjalanan panjangnya terhalang oleh sahabat buruk yang dapat mengalihkan tujuan atau merusak bekalnya. Ulama salaf berkata, “Jangan bersahabat dengan orang yang tidak membantumu mendekat kepada Allah.” Teman yang baik akan memotivasi menuju ketaatan, sementara teman buruk mengajak kepada kelalaian.

BACA JUGA:  Jadilah Seperti Cermin

Pada akhirnya, orang yang paling cerdas bukanlah yang paling kaya, paling pandai, atau paling berhasil menurut ukuran dunia. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang cerdas adalah yang mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang bodoh adalah yang tenggelam mengejar dunia sampai melupakan akhirat, padahal dunia akan pergi dan meninggalkannya.

Hadits ini menuntun kita untuk hidup dengan kesadaran penuh: bahwa kesempatan tidak selalu datang dua kali, bahwa usia terus berkurang, dan bahwa amal saleh adalah satu-satunya bekal dalam perjalanan akhirat. Maka siapa pun yang diberikan kemampuan beramal hari ini, jangan menunda hingga esok, karena belum tentu esok datang.

Wallahu a’lam. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119