Saya berpikir mendalam tentang syahwat dunia. Betapa banyak jerat di dunia yang mencelakakan. Barang siapa akalnya lebih kuat daripada watak pribadinya dan bisa menguasainya, ia akan selamat. Sebaliknya, jika terkalahkan, celakalah dia
Para budak dunia banyak yang ma-buk dengan budak-budak perempuan mereka, namun menikah pula dengan wanita-wanita yang merdeka. Akibatnya, padamlah api semangat dan gairah dalam diri mereka.
BACA JUGA: Kebaikan dan Keburukan
Padahal, tak ada yang lebih cepat merusak daripada mabuk akan wanita. Manusia itu condong pada hal-hal yang cantik, elok, dan menggiurkan, sehingga gelegak syahwat melonjak melebihi batas yang wajar. Ketika itulah, se-seorang rawan kehilangan kendali diri.
Selain itu, jika ia menikah dengan wanita-wanita yang tidak memesona baginya, gairah seksnya pun akan turun. la tidak bisa mengeluarkan apa yang seharusnya disalurkan.
Demikian pula mereka yang terlalu banyak makan biasanya akan banyak melakukan hal yang menyimpang. Begitu pun makan yang terlalu sedikit akan berdampak kurang baik bagi yang bersangkutan.
BACA JUGA: Apa Bekal Anda?
Akhirnya saya sadar, bahwa yang paling baik adalah yang di tengah-tengah. Lebih tidak, kurang pun tidak.
Dunia ini menjadi arena ujian dan cobaan, maka hendaklah akal dikedepankan. Barang siapa yang menyerah pada hawa nafsu, ia akan sangat mudah celaka. Ini yang berhubungan dengan badan dan dunia. Berikutnya, lakukanlah perbandingan pada hal-hal yang bersifat ukhrawi. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

