Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ،
إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ.”
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi was sallam bersabda:
“Tidaklah sekelompok orang berkumpul di dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Alla dan saling belajar di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka.
Rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya.”
(HR. Muslim no: 2699; Abu Dawud no: 1455; Tirmidzi no: 2945; Ibnu Majah no: 225; Ahmad, no. 7437, 9274; Ibnu Hibban, no. 768)
BACA JUGA: Tadabbur Al-Quran, Jalan Menuju Hati yang Hidup
Hadis agung ini menjelaskan keutamaan besar bagi orang-orang yang berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ menyebutkan empat anugerah yang Allah berikan kepada mereka: ketenangan hati, limpahan rahmat, dikelilingi malaikat, dan disebut-sebut oleh Allah di hadapan makhluk-Nya yang mulia.
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menerangkan bahwa hadis ini menunjukkan betapa agungnya majelis ilmu dan tilawah Al-Qur’an di rumah Allah. Ia menjadi sebab turunnya sakinah dan rahmat karena Al-Qur’an adalah sumber ketenangan bagi hati yang hidup dengan dzikir kepada Allah.
Masjid disebut sebagai buyutullah — rumah Allah — bukan karena Allah tinggal di dalamnya, tetapi karena di sanalah hamba-hamba-Nya menegakkan ibadah, berdzikir, dan meneguhkan ikatan iman. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Hati tidak akan pernah hidup kecuali dengan dzikir dan tilawah Al-Qur’an.
Siapa yang menjauhi Al-Qur’an, maka ia menjauh dari kehidupannya yang sejati.”
BACA JUGA: Bagi Mereka yang Melupakan Al-Quran
Berkumpul untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an bukan sekadar duduk bersama, tetapi melibatkan hati yang tunduk, lidah yang membaca, dan telinga yang mendengar. Satu orang membaca dan yang lain mendengarkan serta memahami maknanya, sebagaimana dilakukan para sahabat di zaman Rasulullah ﷺ.
Ibn Rajab Al-Hanbali rahimahullah menegaskan, “Majelis Al-Qur’an adalah taman-taman surga di dunia. Siapa yang memasukinya, akan merasakan ketenangan yang tidak dirasakan oleh ahli dunia.”
Empat keutamaan dalam hadis ini menjadi bukti bahwa Allah memuliakan ahli Al-Qur’an di dunia dan di langit. Maka berbahagialah mereka yang menyibukkan diri dengan membaca, memahami, dan mengajarkan Kitabullah. Semoga Allah menjadikan kita bagian dari hamba-hamba-Nya yang senantiasa dekat dengan Al-Qur’an. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

