Keutamaan shadaqah banyak sekali dan sudah banyak dikenal, di antaranya seperti yang diriwayatkan Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud, dia berkataæ Rasulullah pernah bertanya, “Siapakah di antara kalian yang harta ahli warisnya lebih ia cintai daripada hartanya sendiri?”
Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, tidaklah ada seseorang di antara kami melainkan hartanya lebih dia cintai.”
Beliau bersabda, “Sesungguhnya hartanya adalah yang lebih dahulu ada, dan harta ahli warisnya yang kemudian hari (harta yang masih tersimpan).”
BACA JUGA: Sedekah Jariyah
Di dalam Ash-Shahihain disebutkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda,
مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبِ طَيِّبِ وَلَا يَصْعُدُ إِلَى اللَّهِ إِلَّا الطَّيِّبَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرِيْهَا لِصَاحِبِهَا كَمَا يُرْبِي أَحَدُكُمْ فَلْوَهُ حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ. (رواه البخاري ومسلم والترمذي والنسائي وابن ماجه واحمد)
“Barangsiapa bershadaqah senilai sebuah korma dari mata pencaharian yang baik, dan tidak ada yang sampai kepada Allah kecuali yang baik, maka Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian Dia mengembangkannya sebagaimana salah seorang di antara kalian mengembangkan ternaknya, hingga shadaqah itu menjadi seperti gunung.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, At-Tairmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).
إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتَطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَقِي مَيْتَةَ السُّوءِ. (رواه الترمذي وابن حيان)
“Sesungguhnya shadaqah itu benar-benar memadamkan kemurkaan Rabb dan menjaga dari kematian yang buruk.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
تَصَدَّقُوا فَإِنَّ الصَّدَقَةَ فِكَاكَ مِنَ النَّارِ. (رواه الطبراني)
“Keluarkanlah shadaqah, karena shadaqah itu membebaskan dari neraka.” (Diriwayatkan Ath-Thabarani).
BACA JUGA:
Dari Buraidah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Rasulullah bersabda,
مَا يُخْرِجُ أَحَدٌ شَيْئًا مِنَ الصَّدَقَةِ حَتَّى يُفَكَ عَنْهُ لِحْيَ سَبْعِينَ شَيْطَانَا.
رواه ابن خزيمة في صحيحه، والحاكم واحمد والبزار)
“Tidaklah seseorang mengeluarkan shadaqah walau pun sedikit hingga dia dibebaskan dari kutukan tujuh puluh setan.” (Diriwayatkan Ibnu Khuzaimah di dalam Shahih-nya, Al-Hakim, Ahmad dan Al-Bazzar). []
Referensi: Mukhtashar Minhajul Qashidin (Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk) / Penulis: Al imam Asy Syaikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy / Penerbit. Darul Fikr – Pustaka Al-Kautsar / Cetakan. Pertama, 1998 M/1408 H – Keduapuluh Tiga, Februari 2020
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

