Home Baiti JannatiUcapan Selamat pada Pengantin

Ucapan Selamat pada Pengantin

Menikah membantu menjaga diri dari fitnah dan maksiat, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran Islam.

by Abu Umar
0 comments 140 views

Menikah dalam Islam bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi merupakan ibadah yang mulia dan sunnah Rasulullah ﷺ. Pernikahan menjadi salah satu sarana untuk menjaga kesucian diri, membangun keluarga sakinah, serta memperkuat ukhuwah dalam masyarakat.

Dalam Al-Qur’an, Allah menyebut pernikahan sebagai bentuk kasih sayang dan rahmat di antara pasangan suami istri. Dengan niat yang benar dan landasan keimanan, pernikahan menjadi jalan menuju ridha Allah dan ketenangan jiwa.

Lebih dari sekadar ikatan lahiriah, pernikahan dalam Islam mengandung nilai-nilai spiritual dan tanggung jawab yang besar. Suami dan istri tidak hanya menjadi pasangan hidup, tetapi juga mitra dalam beribadah dan saling menasihati dalam kebaikan.

Islam memberikan panduan yang lengkap tentang adab, hak, dan kewajiban dalam pernikahan agar tercipta hubungan yang harmonis dan penuh berkah. Maka, mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum menikah menjadi langkah penting untuk menggapai rumah tangga yang diridhai Allah.

BACA JUGA: 10 Tanda Cinta pada Nabi

Keutamaan Menikah dalam Islam

1. Menyempurnakan Separuh Agama

Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa.” (HR. Baihaqi)

Menikah membantu menjaga diri dari fitnah dan maksiat, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran Islam.

2. Mengikuti Sunnah Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda: “Nikah itu adalah sunnahku. Siapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan dari golonganku.” (HR. Ibnu Majah)

Menikah adalah bagian dari meneladani kehidupan Rasulullah, sebagai bentuk ibadah dan pengamalan sunnah.

3. Menjaga Pandangan dan Kehormatan Diri

Allah ﷻ berfirman: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu…” (QS. An-Nur: 32)

Dengan menikah, seseorang lebih mudah menjaga pandangan dan kehormatan, serta menjauh dari perbuatan zina.

4. Sumber Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21)

Menikah membawa ketenangan jiwa, cinta yang halal, dan kasih sayang yang penuh berkah.

5. Ladang Pahala dan Amal Jariyah

Menikah membuka pintu pahala melalui:

Nafkah yang halal

Pendidikan anak-anak shalih

Sabar dan saling menasihati dalam kebaikan

Hubungan suami istri yang bernilai ibadah

Semua aktivitas rumah tangga bernilai pahala bila diniatkan karena Allah.

Menikah bukan sekadar status sosial, tapi ibadah besar yang membawa keberkahan dunia dan akhirat. Bagi yang mampu, jangan tunda-tunda. Bagi yang belum, perbanyak doa dan persiapan diri.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2-3)

Ucapan Selamat pada Pengantin

Telah menjadi kebiasaan atau tradisi di lingkungan masyarakat bahwasanya ketika tengah berlangsung pernikahan, maka orang-orang yang datang menghadiri pernikahan tersebut mengucapkan selamat (tahniah) kepada kedua mempelai. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang terbilang cukup baik. Tapi, bagaimana syariat Islam memandang tentang masalah ini?

Salah satu kebiasaan orang Arab pra kedatangan Islam, ketika mengucapkan tahniah kepada pengantin baru, “bilwafa wal banin” (semoga kedua mempelai selalu kompak dan melahirkan anak laki-laki), kita ketahui Arab Jahiliyah lebih mengutamakan anak laki daripada anak perempuan.

Namun demikian, Rasulullah ﷺ telah menunjukkan kepada kita sesuatu yang lebih baik dan afdhal.

BACA JUGA: Wanita, Perhatikan Pakaianmu

Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah ﷺ  apabila memberi ucapan selamat kepada pengantin baru beliau berkata, “Semoga keberkahan Allah senantiasa menyertaimu dan mengumpulkanmu dalam kebaikan selalu,” (HR. Ahmad dan empat pemilik sunan).

Dan dalam riwayat lain, “Dari Aqil bin Abi Thalib RA, bahwa dia telah menikahi seorang wanita dari Bani Jasyum, maka mereka mengucapkan,

با لر فا ء و ا لبنلىن

Dia berkata, ‘Jangan berkata begitu, tetapi ucapkanlah sebagaimana Rasulullah ﷺ  mengucapkan,

ا للهم با ر ك لهم و با ر ك عللىهم

(HR. Ibnu Majah). []

Refrensi: Menikmati Hubungan Intim Suami-Istri Menggapai Pernikahan Berkah/Karya: Muhammad Ahmad Kan’an/Penerbit: Pustaka Nawaitu

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119