Home Tanya JawabNasihat bagi Orang yang Diuji dengan Rasa Waswas

Nasihat bagi Orang yang Diuji dengan Rasa Waswas

Contohnya: Engkau berwudhu' sekali atau dua kali atau tiga kali maka janganlah engkau berpaling kepada waswas syetan.

by Abu Umar
0 comments 228 views

Pertanyaan: Ada seseorang yang telah diuji Allah dengan waswas dalam bersuci. Dia merasa setelah wudhu’ dengan menahan najis. Pada kesempatan yang lain ia merasa ada yang menyuruhnya untuk mencela al-Qur’an dan mencela Allah Subhanahu wa Ta’la dan tidaklah ia mendapati hal itu melainkan ia akan menangis, bagaimana mengobatinya dan bisa melepaskan diri dari waswas ini?

Jawaban: Banyak orang yang diuji dengan waswas semacam ini, tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah. Obat penyakit waswas adalah memperbanyak ta’awudz (minta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari syetan yang terkutuk terutama membaca al-Mu’awidzatain, karena tidak ada seorang yang berlindung dengan sesuatu seperti halnya orang yang berlindung dengan keduanya:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ {۱} مِن شَرِّ مَا خَلَقَ {۲}

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb Yang Menguasai shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya.” (QS. al-Falaq: 1-2)

Surat ini mengandung perlindungan dari syetan. Dan syetan termasuk makhluk Allah. Dan dalam surat an-Naas”

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (٢) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (٤) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ {1}

“Katakanlah: “Aku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syetan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. an-Naas: 1-6)

Maka obat hal itu adalah dengan memperbanyak minta perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Dan kembali berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan tekad yang benar-benar jujur, dimana seseorang tidak akan berpaling kepada waswas yang datang ke dalam hatinya.

BACA JUGA:  Apa Bukti Keadilan Allah Subhanahu wa Ta’la dan Karunia-Nya?

Contohnya: Engkau berwudhu’ sekali atau dua kali atau tiga kali maka janganlah engkau berpaling kepada waswas syetan. Walaupun seseorang itu merasa dalam dirinya bahwa dia belum berwudhu’. Atau mengabaikan salah satu anggota wudhu’, atau belum berniat maka janganlah menoleh kepada bisikan-bisikan ini.

Demikian pula dalam shalat, jika dia merasa atau terjadi dalam dirinya bahwasanya dia belum bertakbiratul ihram maka janganlah berpaling kepadanya, maknanya dia harus menganggap shalatnya telah sempurna. Demikian pula jika terlintas dalam hatinya, bahwa dia mencaci Allah Subhanahu wa Ta’ala atau mencela mushaf atau yang lainnya diantara pekataan kekafiran.

Maka janganlah ia berpaling kepada hal ini dan tidak akan membawa madharat baginya hingga meskipun seandainya terjadi hal itu dengan lisannya namun hal itu diluar pilihannya maka hal itu tidak mengapa, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: لا طلاق في إغلاق “Tidak ada thalaq dalam keadaan marah,” diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad.

Maka ketika thalaq dalam keadaan waswas saja tidak terjadi maka dalam masalah diatas lebih utama untuk diberi ampunan. Namun hendaklah berpaling dari hal ini dan tidak mempedulikannya.

Maka wasiatku untuk wanita ini dan lainnya -orang-orang yang mendapat ujian seperti itu untuk memperbanyak ta’awudz yaitu minta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari syetan yang terkutuk Dan membaca dua surat yang mulia yaitu surat al-Falaq dan surat an-Naas, dan tekad yang benar serta tidak mempedulikan waswas syetan

Seandainya syetan menimpakan kedalam hati seseorang keraguan tentang Allah atau yang seperti dengan itu janganlah memperhatikan karena tidak akan menderita dengan rasa keraguan ini kecuali karena iman didalam hatinya. Selain mukmin tidak dipedulikan oleh syetan, apakah dia merasa ragu atau dia tidak ragu tetapi yang merasakan penderitaan dengan keraguan dan rasa warwas ini adalah seorang mukmin, Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat ذلك صريح الإيمان “Itulah iman yang Jelas.” (Dikeluarkan Imam Muslim).

Yakni apa yang syetan campakkan kedalam hati kalian perkara seperti ini maka menunjukkan iman yang jelas yakni yang murni. Allah menja-dikannya iman yang murni. Karena keraguan yang masuk kedalam hati tidak akan membuat tenang dirinya dan merasa menderita serta dia tidak menginginkannya.

Syetan tidak datang kecuali kepada hati yang hidup hingga membuatnya rusak. Dan hati yang telah rusak tidak akan didatangi syetan, karena sudah rusak, pernah hal itu ditanyakan kepada Ibnu Abbas atau Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhuma: “Sesungguhnya Yahudi berkata kami tidak merasakan waswas di dalam shalat kami,” beliau berkata: “Benar, syetan tidak akan menggoda terhadap hati yang telah rusak.”

BACA JUGA:  Apakah Orang Munafik Mempunyai Iman?

Sehingga wasiat aku kepadanya dan aku mengharap supaya dia membeli kaset ini untuk dia dengarkan. Karena dia akan berpaling dari ini semua dan dia akan merasa menderita pada waktu pertama kali. dia akan merasa bahwa ia melakukan shalat tanpa bersuci atau tanpa takbiratul ihram atau yang seperti dengan hal itu, akan tetapi dia akan merasa tenang setelah itu,

Perasaan waswas dan ragu-ragu itu selalu ada padanya dengan izin Allah dan alhamdulillah, ada orang yang mengadu dengan pengaduan ini dan telah disampaikan kepada mereka apa yang harus dilakukannya, lalu Allah memberikan kesembuhan kepada mereka dari penyakit waswas dan keraguan mereka. Hanya kepada Allah kita memohon ‘afiat.

(Liqaa’aat al-Baabil Maftuuh no. 1135) []

Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119