Home SirahMemberi seperti Sahabat Anshar, Menerima seperti Muhajirin

Memberi seperti Sahabat Anshar, Menerima seperti Muhajirin

Dalam akhlak Islam, ada yang namanya ‘iffah: tidak meminta-minta walaupun butuh, demi menjaga kehormatan.

by Abu Umar
0 comments 72 views

“Adalah Rasulullah ﷺ lebih pemurah dari semua orang. Terlebih di bulan Ramadhan, di mana Jibril sering mengunjungi beliau untuk tadarus Quran. Saat itu, Rasulullah ﷺ teramat sangat pemurah, melebihi angin yang terlepas.” (Bukhari Muslim, kesaksian Ibnu Abbas r.a.)

Memberi tidak selalu menunggu permintaan

Biasanya, sebuah pemberian muncul setelah adanya ungkapan permintaan. Inilah kadar pemberian yang umum. Sebuah pemberian yang biasa terjadi di masyarakat kebanyakan.

BACA JUGA: Hanya untuk Kaum Muhajirin

Namun, akan beda nilainya jika pemberian justru lahir sama sekali tidak dari permintaan. Ia muncul sebagai perwujudan cinta yang digiring melalui kepekaan tinggi. Pemberian model ini, mungkin tergolong jarang. Tanpa diminta, pemberian sudah mendahului. Bahkan, sama sekali tak pernah terpikir oleh si peminta.

Itulah yang pernah terjadi di generasi para sahabat Rasul. Seorang sahabat Anshar pernah menawarkan separuh hartanya kepada Abdurrahman bin Auf. Bahkan, ia siap menceraikan salah seorang isterinya untuk kelak dinikahkan kepada Abdurrahman bin Auf.

Sepertinya si sahabat Anshar menangkap sesuatu yang kurang dari sahabatnya yang ‘terusir’ dari Madinah itu. Kasihan Abdurrahman, ia meninggalkan segala-galanya di Mekah demi menunaikan perintah Rasul untuk berhijrah. Begitulah mungkin yang sempat terpikir sahabat Anshar.

BACA JUGA: Sumpah Orang Anshar kepada Rasulullah ﷺ di Lembah Aqadah

Tanpa menunggu diminta, ia langsung menawarkan. Sayangnya, penawarannya yang tulus ditolak Abdurrahman. Sahabat Muhajirin ini tidak mau merepotkan tuan rumah. Ia cuma menanyakan letak pasar, agar bisa berdagang.

Dalam akhlak Islam, ada yang namanya ‘iffah: tidak meminta-minta walaupun butuh, demi menjaga kehormatan. Akhlak ini begitu mulia. Sayangnya, tidak banyak yang menyambutnya dengan sifat bersegera memberi, walaupun tidak meminta. Sifat ‘iffah tentu punya niat ikhlas mengharap balasan dari Allah. Alangkah indahnya ‘iffah jika disambut dengan itsar, memberi dengan nilai tertinggi. Seperti yang dicontohkan sahabat Anshar dan Abdurrahman bin Auf. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119