Keempat, kekuasaan Allah menciptakan sesuatu secara berpasang-pasangan. Dia menciptakan malam dan siang, kegelapan dan cahaya, kesegaran dan kekeringan, serta kehidupan dan kematian. Dia pun berkuasa menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Allah berfirman dalam Surah Yasin (36) ayat 78-82:
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ (78) قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗوَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌ ۙ (79) ۨالَّذِيْ جَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْاَخْضَرِ نَارًاۙ فَاِذَآ اَنْتُمْ مِّنْهُ تُوْقِدُوْنَ (80) اَوَلَيْسَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْ ۗبَلٰى وَهُوَ الْخَلّٰقُ الْعَلِيْمُ (81) اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ (82)
Dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal penciptaannya. Dia berkata, “Siapakah yang bisa menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” (78) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Yang akan menghidupkannya adalah Zat yang menciptakannya pertama kali. Dia Maha Mengetahui setiap makhluk. (79) (Dia-lah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau. Kemudian, seketika itu kamu menyalakan (api) darinya.” (80) Bukankah Zat yang menciptakan langit dan bumi mampu menciptakan manusia yang serupa mereka itu (di akhirat kelak)? Benar. Dialah yang Maha Banyak Mencipta lagi Maha Mengetahui. (81) Sesungguhnya ketetapan-Nya, jika Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah (sesuatu) itu. (82)
BACA JUGA: Kiamat Akan Terjadi Hari Jum’at
Kelima, seperti yang telah disepakati secara umum bahwa membuat sesuatu untuk kedua kalinya lebih mudah bagi manusia daripada membuatnya untuk pertama kali. Al-Quran menggunakan logika ini sebagai argumentasi akan adanya Hari Kebangkitan.
Allah yang menciptakan manusia pertama kalinya, dan menjadikannya ada dari ketiadaan, tentu berkuasa pula mengembalikannya pada kehidupannya untuk kedua kalinya karena pengulangan penciptaan yang kedua kalinya lebih mudah daripada permulaan penciptaan. Hukum logika ini berlaku di kalangan manusia.
Apalagi, bagi Allah yang tidak pernah mengenal kata sulit. Segala sesuatu mudah saja bagi-Nya karena Dia Mahakuasa untuk memenuhi apa pun yang Dia kehendaki, Tidak satu pun yang membuat-Nya lemah, baik di bumi maupun di langit. Jika menghendaki sesuatu, Dia berkata padanya, “Jadilah,” jadilah ia. Allah berfirman dalam Surah Ar-Rum (30) ayat 27:
وَهُوَ الَّذِيْ يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ وَهُوَ اَهْوَنُ عَلَيْهِۗ وَلَهُ الْمَثَلُ الْاَعْلٰى فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ࣖ
Dia-lah yang memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya (menghidupkannya) lagi (setelah kehancurannya). (Hal) Itu lebih mudah bagi-Nya. Milik-Nyalah sifat yang tertinggi di langit dan di bumi. Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Keenam, isyarat Al-Quran tentang aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari, yakni saat tertidur dan terjaga. Setiap orang bekerja pada siang hari lalu pada malam harinya diserang rasa kantuk. Dimudahkanlah baginya untuk tidur sehingga tidurlah dia. Sesungguhnya, tidurnya itu merupakan kematian baginya, ruhnya keluar dari jasadnya. Ketika terbangun, Allah mengembalikan ruh itu kepadanya lalu dia bangkit dari “kematiannya”. Sesungguhnya, tidur itu “kematian” dan bangunnya seseorang dari tidurnya adalah “kebangkitan”, Jika Allah berkuasa memberlakukan ini pada manusia setiap harinya, tentu Dia berkuasa pula membangkitkan orang-orang yang sudah mati pada Hari Kiamat kelak. Allah berfirman dalam Surah Al-An’am (6) ayat 60:
وَهُوَ الَّذِيْ يَتَوَفّٰىكُمْ بِالَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيْهِ لِيُقْضٰٓى اَجَلٌ مُّسَمًّىۚ ثُمَّ اِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Dia-lah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian, Dia membangunkan kamu padanya (siang hari) untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
BACA JUGA:
Kemudian, Allah juga berfirman dalam Surah Az-Zumar (44) ayat 42:
اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا ۚ فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْاُخْرٰىٓ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Allah menggenggam nyawa (manusia) pada saat kematiannya dan yang belum mati ketika dia tidur. Dia menahan nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.[]
HABIS | SUMBER: PUSAT STUDI QURAN
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

