Home SirahKelahiran Nabi ﷺ

Kelahiran Nabi ﷺ

by Abu Umar
0 comments 336 views

Sayyidul Mursalin, Rasulullah ﷺ dilahirkan di tengah kabilah besar, Bani Hasyim di Kota Mekkah pada pagi hari Senin tanggal 9 Rabiul Awwal pada tahun tragedi pasukan bergajah atau 40 tahun dari berlalunya kekuasaan KisraAanusyirwan.

Juga bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April tahun 571 Masehi sesuai dengan analisis seorang ulama besar Muhammad Sulaiman Al-Mashurfuri (Ahli Ilmu Falak) Mahmud Basya.

Bahwa ibunda Rasulullah ﷺ pernah menceritakan, “Ketika aku melahirkannya, dari faraj-ku atau kemaluanku keluarlah cahaya yang karenanya istana-istana negeri Syam tersinari.” Imam Ahmad, Ad-Darimi dan periwayat selain keduanya juga meriwayatkan versi yang hampir mirip dengan riwayat tersebut.

BACA JUGA: Nabi kepada Abu Bakar: Jadilah Imam dalam Shalat

Sumber lainnya menyebutkan, telah terjadi irhashat atau tanda-tanda awal yang menunjukkan akan diutusnya nabi ketika kelahiran beliau ﷺ, diantaranya: jatuhnya 14 beranda istana kekaisaran Persia, padamnya api yang biasa disembah oleh kaum Majusi, dan robohnya gereja-gereja di sekitar danau Sawah setelah airnya menyusut.

Riwayat tersebut dilansir oleh Ath-Thabari, Al-Baihaqi dan periwayat selain keduanya juga meriwayatkan versi yang hampir mirip dengan riwayat ersebut, namun tidak memiliki sanad yang kuat.

Setelah beliau dilahirkan, ibundanya mengirim utusan ke kakeknya, Abdul Muthalib untuk memberitahukan kepadanya berita gembira kelahiran cucunya tersebut. Sang kakek langsung datang dengan sukacita dan memboyong cucunya tersebut masuk ke Ka’bah berdoa kepada Allah dan bersyukur kepadanya.

BACA JUGA: Apa Agama Nabi sebelum Turun Wahyu?

Kemudian memberinya nama Muhammad, padahal nama seperti ini tidak populer ketika itu di kalangan bangsa Arab, dan pada hari ketujuh kelahirannya, Abdul Muthalib mengkhittan beliau sebagaimana tradisi yang berlaku di kalangan bangsa Arab.

Wanita pertama yang menyusui beliau ﷺ setelah ibundanya adalah Tsuwaibah. Wanita ini merupakan budak wanita Abu Lahab yang saat itu juga tengah menyusui bayinya yang bernama masruh titik Sebelumnya dia juga telah menyusui Hamzah bin Abdul Muthalib kemudian menyusui Abu Salamah bin Abdul Asad Al makhzumi setelah menyusui beliau ﷺ. []

Sumber: Sirah Nabawiyah (Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad), karya: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, Penerbit Darul Haq, Cetakan XVI, Ramadhan 1435 H

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119